Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Modernisasi Budidaya Kerapu untuk Memperkuat Sektor Kemaritiman

📅 Rabu, 22 Jul 2026, 23:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Modernisasi Budidaya Kerapu untuk Memperkuat Sektor Kemaritiman Doc: Antara
Ket. Bupati Lamongan Yuhronur Efendi (pertama kanan) didampingi saat meninjau penerapan teknologi Internet of Things (IoT) dan aerator Venjet di Kampung Kerapu, Brondong, Lamongan, Jawa Timur, Rabu (22/7/2026).

Lamongan - Pemerintah Kabupaten Lamongan mendorong modernisasi budidaya ikan kerapu melalui penerapan teknologi Internet of Things (IoT) dan aerator Venjet di Kampung Kerapu Brondong sebagai upaya memperkuat sektor kemaritiman sekaligus meningkatkan produktivitas perikanan budidaya.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat meninjau penerapan teknologi bantuan dari Kementerian Komunikasi dan Digital tersebut di Brondong, Rabu, mengatakan modernisasi menjadi strategi untuk meningkatkan daya saing subsektor perikanan budidaya yang menjadi salah satu penopang ekonomi pesisir di Kabupaten Lamongan.

"Perikanan Lamongan harus terus berkembang melalui modernisasi. Pemanfaatan teknologi ini menjadi perhatian kami agar produktivitas meningkat, budidaya semakin efisien, dan kesejahteraan pembudidaya ikut terangkat," katanya.

Menurut dia, pemanfaatan teknologi digital memungkinkan pengelolaan tambak dilakukan berbasis data melalui pemantauan kondisi air secara real time, seperti tingkat keasaman (pH) dan kadar oksigen terlarut (dissolved oxygen/DO), sehingga pembudidaya dapat mengambil langkah lebih cepat saat terjadi perubahan kualitas air.

Kepala Dinas Perikanan Lamongan Yuli Wahyuono mengatakan teknologi tersebut merupakan bantuan Kementerian Komunikasi dan Digital yang bekerja sama dengan PT Venambak Kail Dipantara berupa 150 unit Venjet lengkap dengan pelampung, perangkat sensor, modem internet, dan router.

"Teknologi ini membantu menyuplai oksigen hingga ke dasar tambak, menjaga kualitas air, sekaligus merekam parameter tambak secara digital. Harapannya produktivitas budidaya meningkat," katanya.

Ia menambahkan Kampung Kerapu memiliki sekitar 350 hektare tambak yang dikelola enam kelompok pembudidaya sehingga penerapan teknologi tersebut diharapkan memberi dampak terhadap peningkatan produksi dan pendapatan masyarakat pesisir.

Salah seorang pembudidaya, Lasturi, mengaku keberadaan alat tersebut memudahkan pemantauan kualitas air dan mempercepat penanganan ketika kondisi tambak berubah.

Data Dinas Perikanan Lamongan mencatat Kampung Kerapu menghasilkan 1.836 ton ikan kerapu pada 2025. Komoditas tersebut telah dipasarkan hingga pasar ekspor melalui perusahaan mitra dengan harga berkisar Rp100 ribu hingga Rp120 ribu per kilogram.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
RUU Kepulauan Harus Perkuat...
Luar Negeri
AS Akan Berlakukan Tarif Ba...
Nasional
Transisi Energi Butuh Refor...
Daerah
ITS Kembangkan Bakteri untu...
Awas! Ini Bahaya Tersembunyi Campur Pertamax dan Pertalite untuk Kendaraan Anda

Awas! Ini Bahaya Tersembunyi Campur Pertamax dan Pertalite untuk Kendaraan Anda

22 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.