Pemerintah akan Tetapkan Keraton Kasepuhan sebagai Cagar Budaya Nasional
📅 Sabtu, 04 Apr 2026, 00:20 WIB | Oleh: Ilham SudrajatCIREBON - Keraton Kasepuhan Cirebon akan segera ditetapkan sebagai cagar budaya nasional. Hal ini disampaikan pemerintah melalui Menteri Kebudayaan Fadli Zon setelah melakukan peninjauan kondisi terkini di Cirebon, Jumat (3/4).
Dalam kunjungannya, Fadli menyampaikan bahwa kondisi kawasan keraton relatif terawat. Meski masih memerlukan sejumlah perbaikan dan revitalisasi pada beberapa bagian bangunan.
“Tentu ada hal-hal yang perlu kita perbaiki, kita revitalisasi karena ini merupakan keraton yang sangat tua. Kita akan segera tetapkan ini menjadi cagar budaya nasional,” ujar dia
Menurut dia, Keraton Kasepuhan dibangun sejak abad ke-15 atau sekitar tahun 1400-an dan terus berkembang secara arsitektural hingga abad ke-18. Dengan luas kawasan sekitar 25 hektare, kompleks keraton memiliki banyak bangunan yang mencerminkan perjalanan sejarah panjang Cirebon.
Pemerintah berencana mendorong revitalisasi sejumlah bangunan bernilai budaya tinggi di kawasan tersebut. Termasuk penguatan fungsi museum di dalam kompleks keraton yang dinilai memiliki koleksi sejarah yang lengkap.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun demikian, Fadli menilai masih diperlukan penguatan narasi dan literasi agar penyajian museum lebih hidup dan menarik bagi pengunjung. “Kita bisa bantu sentuhan dalam storytelling dan juga tata pamer museum,” kata dia.
Ia menambahkan, pembaruan museum terakhir dilakukan pada 2017 sehingga perlu penyegaran. Terutama pada tata pamer dan pencahayaan untuk meningkatkan pengalaman pengunjung.
Selain Keraton Kasepuhan, Kementerian Kebudayaan juga akan mengkaji revitalisasi keraton lain di Cirebon. Yakni, Keraton Kanoman dan Keraton Kacirebonan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penentuan prioritas revitalisasi akan disesuaikan dengan kebutuhan pelestarian dan kemampuan pendanaan. Fadli berharap langkah tersebut dapat memperkuat posisi Cirebon sebagai salah satu pusat budaya penting di Jawa Barat dan Indonesia.
“Kita pugar kembali sesuai lanskap aslinya. Ini bisa melengkapi narasi sejarah Cirebon sebagai salah satu tonggak budaya di Jawa Barat,” ujar dia. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!