Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bahas Selat Hormuz, Donald Trump Bocorkan Rencana Pertemuan Rahasia AS-Iran di Qatar!

📅 Selasa, 30 Jun 2026, 03:07 WIB | Oleh:
Bahas Selat Hormuz, Donald Trump Bocorkan Rencana Pertemuan Rahasia AS-Iran di Qatar! Doc: ANTARA/Xinhua
Ket. Presiden AS Donald Trump.

MOSKOW - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa pihak Iran telah meminta pertemuan bilateral yang dijadwalkan berlangsung di Doha, Qatar, Selasa (30/6). 

“Iran telah meminta pertemuan. Pertemuan itu akan berlangsung besok di Doha,” kata Trump di platform media sosial miliknya, Truth Social, Senin (29/6).

Mengutip seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya, dilaporkan bahwa AS dan Iran telah sepakat untuk membahas pelayaran di Selat Hormuz, dalam pertemuan tersebut.

Namun, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi membantah laporan media tentang rencana Teheran dan Washington untuk mengadakan pembicaraan teknis, dengan mengatakan bahwa tidak ada pertemuan kelompok kerja yang dijadwalkan minggu ini.

"Tidak ada pertemuan teknis kelompok kerja yang dijadwalkan untuk minggu ini. Meskipun demikian, konsultasi dengan Qatar—termasuk mengenai pemenuhan kewajiban pihak lain berdasarkan memorandum—terus berlanjut,” kata Gharibabadi.

“Namun, laporan media tentang pembicaraan teknis antara kelompok kerja di Doha tetap belum terkonfirmasi," kata dia, menambahkan, seperti dikutip oleh kantor berita Tasnim.

Iran dan AS akan mengadakan pertemuan teknis, segera setelah mereka menyepakati waktu dan tempatnya, kata Gharibabadi.

Ia menyatakan bahwa konsultasi kedua pihak mengenai isu ini terus berlanjut melalui perantara.

Pada 18 Juni, Iran dan AS menandatangani memorandum secara daring yang mengatur pengakhiran konflik militer yang dimulai pada 28 Februari.

MoU tersebut juga menetapkan tenggat waktu bagi AS untuk mencabut blokade angkatan lautnya terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, dan bagi Teheran untuk memulihkan pelayaran di Selat Hormuz.

Iran juga berkomitmen untuk tidak membuat senjata nuklir, dengan isu program nuklir Iran akan diselesaikan melalui perjanjian terpisah.

Para pihak akan mengadakan negosiasi mengenai masalah ini dalam waktu 60 hari.

Bagi Teheran, hasil yang diharapkan adalah pencabutan sanksi anti-Iran.

Sumber: RIA Novosti/Sputnik

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Militer AS Terus Bombardir ...
Nasional
Suara Anak Indonesia Amanat...
Gerakan Pasar Ikan Murah Akan Digelar Pemprov Kaltim Berkala, Upaya Tekan "Stunting" di Berau

Gerakan Pasar Ikan Murah Akan Digelar Pemprov Kaltim Berkala, Upaya Tekan "Stunting" di Berau

23 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.