Realisasi Penerimaan Bea Cukai Papua Hingga Mei 2026 Tembus Rp95,15 Miliar
📅 Selasa, 30 Jun 2026, 02:19 WIB | Oleh: AlfredJAYAPURA - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Regional Papua mencatat realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai hingga periode Mei 2026 mencapai Rp95,15 miliar atau 40,57 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 sebesar Rp234,53 miliar.
Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan KPPBC Tipe Madya Pabean C Jayapura Eston Erlangga di Jayapura, Senin, mengatakan kinerja kepabeanan tersebut juga tercermin dari tarif efektif bea masuk yang tercatat sebesar 2,61 persen pada Mei 2026, dengan rata-rata kurs sebesar Rp17.497 per dolar Amerika Serikat (AS).
"Fluktuasi tarif efektif kumulatif dipengaruhi oleh perubahan komposisi barang impor di wilayah Papua," katanya.
Menurut Eston, pada April 2026 tarif efektif sempat turun menjadi 2,23 persen akibat dominasi impor barang dengan tarif bea masuk reguler yang lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya. Namun, pada Mei 2026, tarif efektif kembali meningkat menjadi sekitar 2,56 persen seiring meningkatnya volume importasi PT Freeport Indonesia.
“Penurunan maupun kenaikan tarif efektif ini murni dipengaruhi komposisi barang impor ke Papua," ujar dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia menjelaskan pada periode tertentu didominasi barang dengan tarif rendah, sementara di bulan lain terjadi peningkatan impor dari sektor tertentu.
"Struktur impor di Papua saat ini masih didominasi oleh barang modal dan barang penunjang industri yang secara karakteristik dikenakan tarif bea masuk relatif rendah. Kondisi tersebut membuat nilai bea masuk yang dibayarkan tetap terjaga meskipun volume impor mengalami perubahan," katanya.
Dia menambahkan pihaknya juga menegaskan bahwa meskipun tidak seluruh impor memanfaatkan fasilitas pembebasan bea masuk, besaran pungutan yang diterima tetap dipengaruhi oleh jenis komoditas yang masuk.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Rata-rata kurs memang mengalami kenaikan, namun hal itu belum mampu mengimbangi perubahan struktur barang impor yang lebih dominan pada komoditas bertarif rendah. Dengan capaian tersebut, kami terus berupaya menjaga kinerja penerimaan sekaligus memastikan kelancaran arus barang impor yang mendukung aktivitas industri di wilayah Papua," ujar dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!