Trump Bidik Kuba Jadi Target Aksi AS di Masa Depan
📅 Minggu, 29 Mar 2026, 17:58 WIB | Oleh: Deri HenriawanHAMILTON - Presiden AS Donald Trump, Jumat (27/3), mengatakan bahwa Kuba bisa menjadi target aksi AS di masa depan setelah Iran.
Trump menunjuk pada apa yang dia gambarkan sebagai keberhasilan operasi militer AS baru-baru ini di Venezuela dan Iran.
"Saya membangun militer yang hebat ini. Saya berkata, 'Anda tidak akan pernah perlu menggunakannya,' tetapi terkadang Anda harus menggunakannya. Dan Kuba adalah target selanjutnya," kata Trump di Future Investment Initiative, sebuah konferensi bisnis Saudi.
"Tapi anggap saja saya tidak mengatakan itu. Tolong, anggap saya tidak mengatakannya. Tolong, tolong, tolong, media, tolong abaikan pernyataan itu," tambahnya.
Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel, Rabu (25/3), mengatakan bahwa meskipun semua isu dapat dibahas dalam negosiasi dengan AS, kemerdekaan negara itu "tidak pernah" dapat dipertanyakan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Berbicara kepada media berbahasa Spanyol Canal Red di Havana, Diaz-Canel membahas kontak yang sedang berlangsung dengan Washington.
Dia mengatakan berbagai topik, termasuk investasi asing, arus migrasi, perdagangan narkoba, kontra-terorisme, perlindungan lingkungan, serta sains dan pendidikan, harus dibahas dengan AS.
“Kami dapat membahas semuanya, tetapi kedaulatan kami harus dihormati. Kemerdekaan dan sistem politik kami tidak pernah terbuka untuk diskusi,” katanya. Ant/Anadolu
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!