Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kehidupan Masyarakat Kuba Terhantam Dampak Krisis Energi

📅 Senin, 30 Mar 2026, 16:08 WIB | Oleh:
Kehidupan Masyarakat Kuba Terhantam Dampak Krisis Energi Doc: AFP/YAMIL LAGE

SAINT PETERSBURG - Blokade energi terhadap Kuba berdampak negatif terhadap layanan kesehatan di negara tersebut hingga menyebabkan lebih dari 100.000 warga Kuba, termasuk anak-anak, saat ini menunggu operasi di rumah sakit, kata Wakil Perdana Menteri (PM) Kuba Oscar Perez-Oliva Fraga pada Minggu (29/3).

"Menurut sistem layanan kesehatan, lebih dari 100.000 orang mengantre untuk dioperasi dan lebih dari 11.000 di antaranya adalah anak-anak," kata Fraga usai bertemu Gubernur St. Petersburg Alexander Beglov untuk membahas dampak blokade energi terhadap kehidupan warga Kuba.

PM Kuba mengatakan krisis energi telah berdampak ke semua sektor kehidupan masyarakat. Khususnya, pemadaman listrik yang terjadi setiap hari telah berdampak negatif terhadap sistem produksi, transportasi, dan penyimpanan makanan. Sementara itu, kelangkaan bahan bakar telah membuat sistem penyediaan air tidak berfungsi secara normal, katanya.

Pada Januari lalu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani perintah eksekutif agar Washington mengenakan tarif produk impor dari negara-negara yang menjual atau memasok minyak ke Kuba.

Trump juga mengumumkan status keadaan darurat, dengan alasan adanya ancaman terhadap keamanan nasional yang diduga berasal dari Havana.

Pemerintah Kuba menuduh AS berupaya menghambat perekonomian negara Karibia tersebut dan membuat kondisi kehidupan penduduknya tak tertahankan.

Pekan lalu Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel mengkonfirmasi bahwa Havana sedang dalam perundingan dengan Washington untuk menyelesaikan perbedaan di antara keduanya.

Menurut DIaz-Canel, Kuba siap melanjutkan perundingan dengan AS berdasarkan prinsip kesetaraan dan saling menghormati sistem politik masing-masing. Ant/Sputnik/RIA Novosti

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.