DPR Peringatkan Agar Tenaga Kesehatan Bijak Bermedia Sosial
📅 Kamis, 06 Agu 2026, 19:43 WIB | Oleh: Ilham SudrajatJAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI, Asep Rommy Romaya, mengingatkan tenaga kesehatan (nakes) agar tetap menjunjung tinggi etika profesi dalam menggunakan media sosial. Menyusul viralnya komentar sejumlah tenaga kesehatan terhadap unggahan seorang pasien BPJS Kesehatan.
Asep mengatakan tenaga kesehatan tetap memiliki tanggung jawab moral dalam setiap aktivitas di ruang digital.
"Kami mengingatkan meskipun di media sosial para nakes tetap abdi negara yang mempunyai tanggung jawab moral tinggi," kata Asep, Kamis (6/8). "Mereka harus berhati-hati saat memberikan komentar atau tanggapan atas isu. Perihal peristiwa karena dampaknya bisa panjang," imbuh dia.
Menurut dia, profesi tenaga kesehatan merupakan panggilan kemanusiaan sehingga sikap profesional perlu tercermin. Baik saat memberikan pelayanan maupun ketika berinteraksi di media sosial.
Ia menilai setiap unggahan atau komentar tenaga kesehatan dapat memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap profesi tersebut. Karena itu, penyampaian pendapat di ruang digital perlu dilakukan secara bijaksana dengan tetap menghormati martabat pasien.
Sebaiknya Anda baca juga:
Asep juga mengingatkan setiap tenaga kesehatan telah mengucapkan sumpah atau janji profesi yang menempatkan keselamatan pasien, nilai kemanusiaan. Serta penghormatan terhadap martabat setiap orang sebagai prinsip utama.
Selain itu, pelayanan kesehatan harus diberikan tanpa diskriminasi. Termasuk tidak membedakan status kepesertaan BPJS Kesehatan, kelas perawatan, maupun kemampuan ekonomi pasien.
Ia menilai tenaga kesehatan yang terbukti melanggar etika profesi di media sosial perlu diberikan pembinaan dan sanksi sesuai ketentuan sebagai pembelajaran bersama. Kasus tersebut bermula dari unggahan seorang pasien BPJS Kesehatan bernama Yurizal di media sosial Threads yang mengaku menunggu ruang perawatan selama delapan jam di rumah sakit.
Sebaiknya Anda baca juga:
Unggahan tersebut kemudian mendapat sejumlah komentar bernada negatif dari beberapa akun yang belakangan diketahui merupakan tenaga kesehatan. Peristiwa itu pun menjadi perhatian publik. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!