Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

OJK Ungkap Industri Keuangan Syariah Tumbuh Positif

📅 Kamis, 06 Agu 2026, 19:27 WIB | Oleh:
OJK Ungkap Industri Keuangan Syariah Tumbuh Positif Doc: RRI/Zahrotin Aljannah
Ket. Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Laporan Perkembangan Keuangan Syariah Indonesia (LPKSI) Tahun 2025. Laporan itu menggambarkan kinerja dan arah pengembangan industri keuangan syariah nasional.

LPKSI 2025 mengusung tema penguatan daya saing industri keuangan syariah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. OJK menilai industri keuangan syariah tetap bertumbuh di tengah dinamika ekonomi global.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan industri keuangan syariah terus menunjukkan perkembangan positif. Menurut dia, peningkatan tidak hanya terlihat dari sisi aset, tetapi juga kualitas dan daya saing.

"Industri keuangan syariah nasional terus melangkah ke arah yang lebih baik, tidak hanya tumbuh secara kuantitatif. Tetapi juga semakin meningkat dari sisi kualitas dan daya saing," ujar Friderica di Jakarta, Kamis (6/8).

Menurut dia, pencapaian tersebut perlu terus dijaga. Hal ini untuk memastikan sektor jasa keuangan tetap stabil di tengah tingginya ketidakpastian perekonomian global.

OJK mencatat total aset industri keuangan syariah mencapai Rp3.131,02 triliun pada 2025. Nilai tersebut meningkat 8,56 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Aset perbankan syariah tercatat sebesar Rp1.067,73 triliun atau tumbuh 8,92 persen. Sementara aset pasar modal syariah mencapai Rp1.875,25 triliun atau naik 8,18 persen.

Pada sektor IKNB syariah, aset PPDP mencapai Rp74,27 triliun. Adapun aset sektor PVML syariah tercatat sebesar Rp124,51 triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengatakan OJK terus memperkuat industri keuangan syariah. Upaya itu dilakukan melalui regulasi, roadmap sektoral, dan berbagai kebijakan strategis.

"Komite Pengembangan Keuangan Syariah menjadi wadah koordinasi lintas pemangku kepentingan sejak 2025. Sinergi ini diharapkan memperkuat daya saing dan stabilitas industri keuangan syariah," ujar dia.

OJK berharap LPKSI menjadi referensi bagi regulator, pelaku industri, akademisi, investor, dan masyarakat. Laporan tersebut juga mendukung pengembangan ekosistem keuangan syariah yang inklusif dan berkelanjutan. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Fenomena Langit Agustus 2026: Gerhana Matahari Total, Hujan Meteor, Blood Moon hingga 6 Planet Sejajar
    Preview komentar:
    Membaca rangkuman fenomena langit Agustus 2026 di artikel ...
  • Ekonom Optimistis Sektor Infrastruktur Telko Tetap Bersinar dalam Lima Tahun Mendatang
    Preview komentar:
  • Tantangan Sekolah Swasta: Persaingan Semakin Berat
    Preview komentar:
    Lanjudkan tetap setia hadir untuk melayani
Advertisement
gaia musik festival
Daerah
BPBD Jatim Perkuat Pemadama...
Nasional
DPR Peringatkan Agar Tenaga...
Nasional
KPK Periksa Eks Pejabat Bea...
Ekonomi
OJK Ungkap Industri Keuanga...
Anak Fandi Ahmad Siap Mengobrak-abrik Pertahanan Skuad Garuda   

Anak Fandi Ahmad Siap Mengobrak-abrik Pertahanan Skuad Garuda  

06 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.