Krisis Energi: Prancis Kucurkan Dana Darurat 70 Miliar Euro
📅 Minggu, 29 Mar 2026, 00:42 WIB | Oleh: Deri HenriawanLONDON - Pemerintah Prancis telah meluncurkan paket bantuan darurat senilai 70 juta euro (sekitar Rp1,36 trilyun) guna melindungi industri-industri utama negara itu dari gejolak harga energi yang dipicu konflik di Timur Tengah.
Dalam pernyataan resminya, pemerintah menyebut sektor transportasi, pertanian, dan perikanan sebagai fokus utama bantuan. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga “kedaulatan pangan” serta memastikan aktivitas ekonomi nasional tetap berjalan lancar.
Dari total nilai paket bantuan itu, 50 juta euro (sekitar Rp976,4 milyar) di antaranya akan dialokasikan untuk perusahaan transportasi jalan raya kecil dan menengah. Bantuan diberikan dalam bentuk subsidi tetap sebesar 0,20 euro per liter bahan bakar.
Sementara itu, sektor pertanian akan mendapat pembebasan pajak atas bahan bakar diesel selama satu bulan. Di sisi lain, industri perikanan memperoleh alokasi dana lima juta euro (sekitar Rp97 milyar) guna menutup lonjakan biaya bahan bakar yang kini mencapai sekitar 35 persen dari total biaya operasional.
Pemerintah juga menawarkan sejumlah skema tambahan, termasuk penangguhan pembayaran pajak dan jaminan sosial tanpa penalti, serta pinjaman “Boost Fuels” hingga 50.000 euro (sekitar Rp976 juta) bagi usaha kecil yang terdampak.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, kebijakan khusus ini bersifat sementara dan hanya berlaku hingga April 2026.
Kebijakan darurat tersebut diambil di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran yang menewaskan lebih dari 1.340 orang.
Iran kemudian membalas melalui serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel serta sejumlah negara di kawasan, termasuk Yordania dan Irak, yang turut mengganggu stabilitas pasar global dan jalur penerbangan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, gangguan di Selat Hormuz sejak awal Maret turut memperparah situasi. Jalur yang biasanya dilalui sekitar 20 juta barel minyak per hari itu kini mengalami hambatan, sehingga mendorong kenaikan biaya pengiriman dan harga minyak dunia. Ant/Anadolu
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!