Pemkab Banyumas Gelar Pasar Murah untuk Tekan Lonjakan Harga Jelang Lebaran
📅 Selasa, 17 Mar 2026, 13:17 WIB | Oleh: SriyonoPURWOKERTO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas, Jawa Tengah (Jateng), menggelar Pasar Murah Inflasi Banyumas (Sarahsimas) untuk menekan kenaikan harga kebutuhan pokok masyarakat menjelang Lebaran 2026.
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan pasar murah tersebut merupakan upaya intervensi pemerintah daerah agar masyarakat dapat memperoleh bahan pokok dengan harga lebih terjangkau.
"Kalau mau Lebaran, harga-harga biasanya naik. Kita intervensi supaya masyarakat bisa mendapatkan harga yang lebih murah," katanya seusai membuka kegiatan Sarahsimas di halaman Pendopo Si Panji, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jateng, Selasa (17/3).
Dalam kegiatan tersebut, kata dia, sejumlah komoditas dijual di bawah harga pasar, seperti minyak goreng yang dipatok sekitar Rp15.000 per liter, lebih rendah dibandingkan harga umum di pasaran.
Selain itu, lanjut dia, Pemkab Banyumas juga menyalurkan paket sembako melalui skema tebus murah serta pembagian gratis hasil kolaborasi dengan Bank Indonesia.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Dari kami ada sekitar 200 paket, dari Bank Indonesia juga ada 20 paket, baik tebus murah maupun yang gratis," katanya.
Ia mengatakan bantuan tersebut turut disalurkan kepada kelompok masyarakat tertentu seperti marbot masjid dan pengemudi becak sebagai bentuk kepedulian sosial.
Menurut dia, program Sarahsimas telah dilaksanakan secara bergilir di berbagai wilayah dan kini memasuki pelaksanaan ke-10.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menilai keberadaan pasar murah tersebut cukup membantu masyarakat sekaligus berkontribusi menahan laju kenaikan harga bahan pokok di pasaran menjelang Lebaran.
"Minimal ini mengurangi beban masyarakat. Kalau harga tidak terlalu naik, salah satunya karena ada intervensi seperti ini," kata Bupati.
Sementara itu, Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas Prawoko Setyo Aji mengatakan Bulog Banyumas turut mendukung kegiatan pasar murah tersebut dengan menyediakan sejumlah komoditas pangan strategis.
Dalam hal ini, pihaknya menyediakan 1 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), 200 kardus minyak goreng rakyat (MGR) merek Minyakita, dan sekitar 3 kuintal gula pasir.
"Semuanya dijual murah, di bawah HET (harga eceran tertinggi)," katanya.
Salah seorang ibu rumah tangga dari Desa Kedungmalang, Kecamatan Sumbang, Eka mengaku bersyukur dengan adanya kegiatan pasar murah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!