Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Indonesia Gunakan Infrastruktur PD II di Morotai untuk Latihan Tempur Modern

📅 Kamis, 12 Mar 2026, 12:38 WIB | Oleh:
Indonesia Gunakan Infrastruktur PD II di Morotai untuk Latihan Tempur Modern Doc: Koran Jakarta/Paundra Zakirulloh
Ket. Pemerintah Indonesia berencana mengembangkan fasilitas latihan militer internasional di wilayah Morotai, Maluku Utara, sebagai bagian dari penguatan kerja sama pertahanan regional.

JAKARTA - Pemerintah Indonesia berencana mengembangkan fasilitas latihan militer internasional di wilayah Morotai, Maluku Utara, sebagai bagian dari penguatan kerja sama pertahanan regional. Rencana tersebut disampaikan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin usai pertemuan bilateral dengan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertahanan Australia Richard Marles.

Menurut Sjafrie, fasilitas tersebut dirancang sebagai tempat latihan militer bersama yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai negara mitra. Pengembangan fasilitas ini juga menjadi bagian dari upaya Indonesia memperluas kerja sama pertahanan di kawasan Indo-Pasifik.

Ia menjelaskan Morotai memiliki nilai strategis karena sebelumnya pernah menjadi pangkalan militer penting pada masa World War II. Infrastruktur pertahanan yang pernah ada di wilayah tersebut dinilai masih dapat dimanfaatkan dan dikembangkan kembali untuk kepentingan latihan militer modern.

"Morotai dulu digunakan pada masa Perang Dunia Kedua sehingga memiliki infrastruktur pertahanan yang masih ada dan dapat kita perbaiki serta digunakan bersama," kata Sjafrie.

Ia mengatakan fasilitas latihan tersebut dirancang untuk mendukung berbagai jenis latihan militer, mulai dari latihan udara, laut, hingga latihan gabungan antarangkatan. Pemerintah Indonesia juga membuka peluang bagi negara lain untuk ikut memanfaatkan fasilitas tersebut sebagai bagian dari kerja sama internasional.

"Di sana bisa latihan udara, bisa latihan laut, dan latihan gabungan lainnya karena konsepnya adalah international training facility," ujarnya.

Selain kerja sama bilateral dengan Australia, Indonesia juga mendorong pengembangan kerja sama pertahanan dalam format trilateral dengan melibatkan Japan. Kolaborasi tersebut bertujuan meningkatkan profesionalisme militer sekaligus memperkuat koordinasi keamanan di kawasan.

Dalam kerja sama trilateral tersebut, salah satu agenda yang dibahas adalah pertukaran informasi intelijen untuk memantau perkembangan geopolitik global. Langkah tersebut dinilai penting agar negara-negara mitra dapat memiliki pemahaman yang sama terhadap dinamika keamanan internasional.

Sjafrie menilai kerja sama pertahanan antarnegara saat ini tidak dapat dilakukan secara tertutup mengingat kompleksitas tantangan keamanan global. Oleh karena itu, pertukaran informasi dan koordinasi strategis antarnegara menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas kawasan.

"Sekarang tidak ada yang boleh menutup pintu karena kita harus mengetahui perkembangan situasi global," katanya.

Ia juga membuka peluang bagi negara lain untuk ikut berpartisipasi dalam latihan militer yang digelar di Morotai di masa depan. Menurutnya, konsep fasilitas latihan internasional tersebut memang dirancang untuk mendorong kerja sama yang lebih luas antarnegara.

Selain Australia dan Jepang, negara lain di kawasan seperti Filipina juga berpotensi terlibat dalam latihan militer bersama di fasilitas tersebut. Pemerintah Indonesia menilai kolaborasi tersebut dapat memperkuat kepercayaan antarnegara sekaligus meningkatkan kemampuan militer masing-masing pihak.

Rencana pengembangan fasilitas latihan internasional di Morotai saat ini masih dalam tahap awal, dengan sejumlah negara mulai mengirimkan tim survei untuk meninjau lokasi tersebut. Pemerintah berharap proyek ini dapat menjadi salah satu pusat latihan militer penting di kawasan Indo-Pasifik dalam beberapa tahun mendatang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

42 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.