Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG Peringatkan Akan Dampak Cuaca Signifikan di Indonesia

📅 Jumat, 26 Jun 2026, 06:23 WIB | Oleh:
BMKG Peringatkan Akan Dampak Cuaca Signifikan di Indonesia Doc: antara foto
Ket. Hujan mengguyur di musim kemarau.

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan kewaspadaan atas dampak pembentukan daerah konvergensi dan konfluensi memanjang di beberapa wilayah Indonesia yang dapat memicu potensi pertumbuhan awan hujan dan cuaca signifikan, pada Jumat (26/6).    

Prakirawan BMKG Yuyun Wulandari dalam siaran cuaca yang diikuti dari Jakarta, Jumat, menjelaskan bahwa kombinasi dinamika atmosfer ini dipengaruhi oleh adanya sirkulasi siklonik yang terbentuk di Samudera Pasifik utara Papua. 

"Kondisi atmosfer ini mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar daerah sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi maupun konfluensi," kata dia.

Yuyun memaparkan daerah perlambatan angin atau konvergensi terpantau terbentuk di wilayah Aceh, Sumatera Barat, Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Barat, Sulawesi Tenggara hingga Sulawesi Tengah, Laut Banda, Papua Tengah hingga Teluk Cenderawasih, serta Papua Pegunungan hingga Papua. 

Sementara itu, wilayah pertemuan angin atau konfluensi secara nasional diprakirakan membentang di Laut Jawa, Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur hingga selatan Jawa, Laut Banda, Laut Timor, Laut Seram, dan Laut Arafuru.

Dampak dari dinamika tersebut memicu peringatan dini peningkatan kesiapsiagaan terhadap potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat yang diproyeksikan melanda wilayah Maluku. 

Untuk prakiraan cuaca kota-kota besar di Indonesia bagian barat, BMKG meminta kewaspadaan terhadap potensi hujan petir di Tanjung Selor, serta hujan ringan di Banda Aceh, Medan, Padang, Jambi, Serang, Pontianak, Banjarmasin, dan Samarinda.

Sebaliknya, kondisi cerah berawan hingga berawan tebal di wilayah barat diprediksi terjadi di Pekanbaru, Tanjung Pinang, Bengkulu, Palembang, Pangkal Pinang, Jakarta, Bandung, Semarang, dan Palangka Raya, serta udara kabur di Bandar Lampung dan Yogyakarta.

Sementara itu, sebaran cuaca di kota besar Indonesia bagian timur menunjukkan adanya potensi hujan intensitas sedang di Mamuju dan Ambon, serta potensi hujan ringan di Makassar, Kendari, Manado, Manokwari, Nabire, Jayapura, Jaya Wijaya, dan Merauke.

"Adapun untuk wilayah Denpasar, Kupang, Palu, Gorontalo, Ternate, dan Sorong diprakirakan berawan tebal, sedangkan untuk wilayah Mataram diperkirakan mengalami potensi asap atau kabut," kata Yuyun menambahkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Luar Negeri
NTT Bikin Kejutan! Neraca P...
Advertisement
Bye-Bye Calo! Kemen ATR/BPN Pangkas Urus Peralihan Hak Tanah Cuma 10 Hari!

Bye-Bye Calo! Kemen ATR/BPN Pangkas Urus Peralihan Hak Tanah Cuma 10 Hari!

03 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.