Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dinilai Sukses Tangani Kekerdilan dan Kemiskinan, Sulit Dihadiahi Rp3 Miliar

📅 Senin, 01 Jun 2026, 06:47 WIB | Oleh:
Dinilai Sukses Tangani Kekerdilan dan Kemiskinan, Sulit Dihadiahi Rp3 Miliar Doc: ist
Ket. angka kesehatan anak

MANADO – Lantaran dinilai sukses dalam menurunkan kemiskinan dan stunting, Provinsi Sulawesi Utara mendapat Rp3 miliar dana insentif fiskal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

"Insentif fiskal dan penghargaan ini akan menjadi motivasi kuat bagi Pemprov Sulut untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mempercepat pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat," kata Gubernur Sulut Yulius Selvanus di Manado, Minggu.

Sebelumnya, Provinsi Sulut sukses mendominasi ajang bergengsi 'Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Regional Sulawesi yang digelar di Hotel Claro Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (29/5) 

Provinsi Sulut meraih terbaik pertama tingkat provinsi kategori  penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting.

Di kategori tersebut, Kota Tomohon juga meraih terbaik pertama tingkat kota, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (terbaik kedua kabupaten) dan Kota Manado (terbaik kedua tingkat kota).

Selanjutnya, masih di ajang yang sama Kota Bitung meraih terbaik pertama tingkat kota untuk kategori pengendalian inflasi.

"Dari deretan penghargaan ini, Sulut resmi mengukuhkan posisinya sebagai daerah percontohan di kawasan timur Indonesia, khususnya regional Sulawesi, dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang progresif, inovatif, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan rakyat," kata Gubernur.

Gubernur menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam kepada seluruh jajaran pemerintah kabupaten/kota serta seluruh masyarakat di "Bumi Nyiur Melambai" atas prestasi yang dicapai.

"Penghargaan ini bukan hanya milik pemerintah provinsi, tetapi milik seluruh masyarakat Sulut," kata Gubernur.

Prestasi yang diraih tersebut adalah hasil kerja bersama, kolaborasi, dan komitmen seluruh daerah dalam mendukung program pembangunan nasional, terutama dalam menekan angka kemiskinan, stunting, serta menjaga stabilitas ekonomi daerah.

Saat ini angka prevalensi stunting Provinsi Sulut mencapai 20,6 persen, sementara angka kemiskinan pada September 2025 sebesar 6,62 persen, turun 0,09 persen poin terhadap Maret 2025.
 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Nasional
Kekeringan akibat El Niño ...
Megapolitan
Kekeringan Mengancam Sawah ...
Nasional
Penajam Jadi Wilayah Pengem...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.