Empat Tahun Setelah Sanksi Russia, FIFA dan IOC Dituding Bersikap Ganda Hadapi Konflik Iran
📅 Rabu, 11 Mar 2026, 08:12 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra"Pada tahun 2022 tekanan politik begitu kuat sehingga IOC terpaksa menyingkirkan Russia,” ujarnya. “Saat ini mereka tidak mampu menargetkan atau memusuhi Amerika Serikat.”
Selain menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026, Amerika Serikat juga akan menyelenggarakan Olimpiade Los Angeles 2028.
“Ada semacam monopoli kekuasaan dalam tata kelola olahraga global,” kata Verschuuren. “Olahraga berada di tangan Amerika Serikat dengan dukungan pendanaan dari sekutu-sekutunya di kawasan Teluk.”
Hubungan dekat Infantino dengan pemerintahan AS juga disorot. Ia bahkan menciptakan penghargaan khusus “FIFA Peace Prize” untuk Donald Trump.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Ini benar-benar di luar nalar,” kata seorang sumber yang dekat dengan badan sepak bola dunia kepada AFP. “Namun secara rasional dapat dimengerti, karena ia ingin Piala Dunia berjalan lancar.”
Masa Depan Iran di Piala Dunia
Iran sendiri merupakan negara dengan sanksi internasional terbanyak kedua setelah Rusia. Pembatasan ekonomi yang berkepanjangan membuat negara tersebut semakin terisolasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meski telah lolos kualifikasi, ada kemungkinan Iran national football team tidak dapat tampil di Piala Dunia.
“Sulit melihat negara mana yang akan benar-benar memprotes jika Iran dikeluarkan,” ujar Chadwick. Menurutnya, industri olahraga Iran relatif kecil sehingga dampaknya terhadap ekonomi global olahraga juga terbatas.
“Menyingkirkan Iran bahkan bisa memberi panggung bagi Donald Trump dan pemerintahannya untuk menampilkan citra dan nilai yang ingin mereka proyeksikan,” katanya.
Sementara itu, sekutu kuat Iran juga tidak banyak membantu. Rusia saat ini lebih fokus menghapus sanksi terhadap atletnya sendiri, sementara China dinilai memiliki pengaruh terbatas dalam sepak bola dunia.
Verschuuren menilai organisasi olahraga internasional kini menghadapi dilema yang sama seperti banyak negara dan lembaga global lainnya.
“Gagasan multilateralisme sedang runtuh, dan olahraga adalah salah satu cerminan dari keruntuhan itu,” ujarnya. “IOC terlihat sepenuhnya kehilangan arah, sama seperti lembaga-lembaga internasional lainnya.”
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!