HUNDRED HOO HAA CUP 2026 resmi ditutup di ICE BSD City setelah tiga hari pelaksanaan turnamen bulutangkis internasional yang mempertemukan ribuan peserta dari 14 negara. Penutupan ini menandai berakhirnya rangkaian kompetisi yang berlangsung di 25 lapangan secara simultan dan menghadirkan 647 pertandingan lintas kategori usia, dari 35+ hingga 70+, termasuk kategori khusus seperti 3 on 3, Combined age, VVIP, dan OPEN MAX.35.
HUNDRED HOO HAA CUP 2026 resmi ditutup di ICE BSD City setelah tiga hari pelaksanaan turnamen bulutangkis internasional yang mempertemukan ribuan peserta dari 14 negara. Penutupan ini menandai berakhirnya rangkaian kompetisi yang berlangsung di 25 lapangan secara simultan dan menghadirkan 647 pertandingan lintas kategori usia, dari 35+ hingga 70+, termasuk kategori khusus seperti 3 on 3, Combined age, VVIP, dan OPEN MAX.35.
Dimulai pada 12 Juni dan berakhir hari ini, HUNDRED HOO HAA CUP 2026 mencatatkan kompetisi yang berlangsung di 25 lapangan secara bersamaan, sebuah skala yang belum pernah ada sebelumnya untuk turnamen bulutangkis di Indonesia. Lebih dari sekadar angka, yang paling terasa adalah atmosfernya: pemain senior dari Prancis, Malaysia, Cina, Taiwan, Sri Lanka, Korea Selatan, hingga Kolombia berdiri di lapangan yang sama dengan legenda-legenda Indonesia, sementara generasi muda meramaikan kategori OPEN MAX.35 dengan energi yang tak kalah membara.
Pemain asal Prancis, Brice Leverdez, mengatakan bahwa pengalamannya di turnamen ini sangat berkesan. “Pengalamannya sangat baik. Tentu ketika menang itu selalu menyenangkan, tetapi yang paling berarti adalah bisa kembali bermain, bertanding melawan teman-teman, dan bertemu banyak sahabat yang juga kembali ke turnamen ini. Semua itu membawa kembali banyak kenangan. Saya bisa merasakan kembali sensasi seperti saat masih aktif bermain dulu, seolah tubuh saya masih memiliki percikan semangat itu, dan itu benar-benar membuat saya merinding.”
Tournament Director HUNDRED HOO HAA CUP 2026, Marlev Mainaky, mengatakan, "Antusiasme pemain dari berbagai negara dan kualitas pertandingan yang tinggi selama tiga hari ini membuktikan posisi penting turnamen ini dalam komunitas bulutangkis internasional. Para pemain datang, bertanding serius, dan pulang membawa pengalaman serta kenangan berharga. Ini bukan hanya kompetisi, tetapi perayaan semangat olahraga lintas usia.”