Saatnya Daerah Lain Bersinar, Kemenpar Percepat Pengembangan Wisata di Luar Bali
📅 Minggu, 14 Jun 2026, 18:40 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Pengembangan destinasi wisata favorit di luar Bali merupakan strategi penting untuk menciptakan pemerataan pertumbuhan sektor pariwisata nasional.
Selama ini, konsentrasi kunjungan wisatawan yang tinggi di Bali menunjukkan perlunya diversifikasi destinasi agar manfaat ekonomi pariwisata dapat dirasakan lebih luas oleh berbagai daerah.
Dengan memperkuat infrastruktur, konektivitas, promosi, serta kualitas atraksi wisata, destinasi unggulan di luar Bali berpeluang menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara.
Langkah ini tidak hanya mengurangi ketergantungan terhadap satu destinasi utama, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, dan memperkuat daya saing pariwisata Indonesia secara keseluruhan.
Kementerian Pariwisata membeberkan sejumlah upaya yang telah dilakukan dalam rangka mengembangkan destinasi di daerah lain yang diharapkan menjadi favorit wisatawan selain Bali.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami terus mendorong pelaku usaha industri pariwisata untuk mengembangkan paket-paket wisata tematik berbasis gastronomi, wellness, bahari atau marine tourism, wastra, serta seni budaya di berbagai destinasi unggulan. Pengembangan tersebut difokuskan pada 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) serta 3 Destinasi Pariwisata Regeneratif (DPR), yaitu Bali, Great Jakarta, dan Kepulauan Riau (Kepri)," kata kementerian di Jakarta, Sabtu (13/6).
Kementerian Pariwisata menyampaikan sudah berkolaborasi dengan mitra kerja, travel agent, dan tour operator (TA/TO) dalam memperkuat promosi dan pemasaran pariwisata Indonesia. Kolaborasi tersebut dilakukan melalui program penjualan paket wisata, business matching, serta perjalanan wisata pengenalan atau familiarization trip (fam trip) ke destinasi unggulan, khususnya 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) dan 3 Destinasi Pariwisata Regeneratif (DPR).
Hal itu disampaikan guna menjawab permintaan Komisi VII DPR kepada Kementerian Pariwisata agar tidak berpaku pada Bali sebagai andalan pariwisata dan mengembangkan destinasi lain, dalam Rapat Kerja bersama Kementerian Pariwisata pada Rabu (3/6).
Sebaiknya Anda baca juga:
Strategi tersebut mendorong kunjungan wisman ke 10 DPP meningkat signifikan. Terutama ke Lombok-Gili Tramen, Bromo- Tengger- Semeru (BTS) dan Borobudur- Yogyakarta- Prambanan. Diikuti peningkatan kunjungan wisman ke Labuan Bajo, Danau Toba, Manado- Likupang, Bangka- Belitung, Raja Ampat, Wakatobi dan Morotai.
Di sisi lain Kementerian Pariwisata turut mendorong peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara ke 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP).
Peningkatan yang cukup signifikan terutama terlihat di Lombok-Gili Tramena, Bromo- Tengger-Semeru (BTS), Borobudur-Yogyakarta-Prambanan. Peningkatan ini juga tercatat pada destinasi prioritas lainnya, seperti Labuan Bajo, Danau Toba, Manado–Likupang, Bangka Belitung, Raja Ampat, Wakatobi, dan Morotai.
Meski demikian, Kementerian Pariwisata menyebut Bali masih menjadi magnet utama pariwisata Indonesia dalam menarik kunjungan wisatawan mancanegara.
Selama periode Januari hingga April 2026, sekitar 43,1 persen wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia masuk melalui pintu utama di Bali, yaitu Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dan Pelabuhan Tanjung Benoa.
Pada April 2026, dari total 1,25 juta kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia, sebanyak 553.328 kunjungan tercatat masuk melalui kedua pintu tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!