Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pentingnya Bank Fundamental Kawal Program Pemerintah

📅 Rabu, 04 Mar 2026, 13:50 WIB | Oleh:
Pentingnya Bank Fundamental Kawal Program Pemerintah Doc: Dok. Istimewa

JAKARTA - Sejumlah program pemerintah seperti pemberdayaan UMKM, pembangunan infrastruktur hingga Makanan Bergizi Gratis (MBG) memerlukan dana yang tidak sedikit. Di sinilah peran bank cukup sentral sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung program tersebut. 

Dosen dan Peneliti pada Departemen Hukum Ekonomi, Fakultas Hukum Unpad, Deviana Yuanitasari mengamini jika program yang dicanangkan pemerintah tidak bisa hanya bergantung pada kebijakan fiskal semata. 

"Jadi, skala program jangkauan nasional juga keberlanjutan jangka panjang dari program-program tersebut ini menuntut adanya sistem perbankan nasional yang memiliki fundamental keuangan yang kuat," ujar Devi saat dikonfirmasi, Rabu (4/3). 

Devi menjelaskan alasan hal tersebut karena bank adalah pilar utama intermediasi pembiayaan pembangunan, misalnya dalam konteks UMKM. Perbankan tidak hanya berperan sebagai penyalur kredit, tapi juga bisa untuk menggerakan inklusi keuangan juga penguatan struktur ekonomi rakyat. Jadi pembiayaan UMKM ini kan membutuhkan bank yang kuat ya, secara permodalan juga, manajemen risiko.

Apalagi karakter UMKM sektornya cukup beragam dan memiliki profil risiko yang berbeda-beda. Sehingga tanpa bank yang kuat pembiayaan UMKM ini bisa tidak berkelanjutan, sporadis dan sulit untuk membentuk ekosistem ekonomi yang kokoh. 

Kemudian pada program MBG yang mana kebutuhan pembiayaan ini kan tidak hanya bersifat konsumtif, tapi juga sistemik. MBG ini menciptakan rantai pasok yang panjang, mulai dari petani, peternak, nelayan kemudian UMKM pangan sampai ke distribusi logistiknya hingga penyedia jasanya. 

"Dan keseluruhannya ini membutuhkan pembiayaan usaha, modal kerja, pembiayaan operasional yang juga berkelanjutan. Ini menuntut bank memiliki kapasitas pembiayaan masal juga sistem pengelolaan risiko yang bisa mengelola pembiayaan berbasis ekosistem. Jadi tidak cuma pembiayaan individual," tegasnya. 

Peran bank juga sangat terlihat dalam pembangunan infrastruktur yang berperan dalam pembiayaan jangka panjang. Misalnya pembiayaan proyek, juga pembiayaan berbasis skema kemitraan, pemerintah swasta, infrastruktur secara karakteristik ini membutuhkan pembiayaan besar, kemudian tenor panjang dan risiko tinggi.

"Jadi hanya bank yang secara fundamental kuat dan juga struktur permodalannya sehat, tata kelola risiko yang datang, ini yang mampu menopang pembiayaan tersebut tanpa menciptakan tekanan sistemik pada stabilitas keuangan. Jadi memang keberadaan bank yang kuat secara fundamental ini bukan cuma kebutuhan teknis perbankan, tapi juga prasyarat struktural bagi keberhasilan pembangunan nasional," jelasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Abu Vulkanik Masih Bisa Menembus Masker N95, Kecuali Diberi Tambahan
    Pantesan negara ga maju2, profesor UI lohhhh , ...
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...
  • Kini Deli Serdang Kembangkan Industri Jamur Menggunakan Elektrifikasi, Bisa Ditiru
    Inisiatif pemanfaatan teknologi elektrifikasi melalui mesin pengaduk media ...
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...
Luar Negeri
Houthi Bakar Fasilitas Ener...
Advertisement
Gubernur DKI: PJJ Jakarta Berakhir, Sekolah Kembali Normal Besok

Gubernur DKI: PJJ Jakarta Berakhir, Sekolah Kembali Normal Besok

08 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.