Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bapanas Tegaskan Cadangan Pangan Tetap Kuat Meski Geopolitik Memanas

📅 Rabu, 04 Mar 2026, 04:45 WIB | Oleh: Tim Penulis

Komoditas jagung juga diproyeksikan surplus 4,8 juta ton, yang dihitung dari stok awal tahun ditambah produksi 10,7 juta ton dan dikurangi kebutuhan konsumsi sampai April sebesar 5,8 juta ton.

Sementara itu, minyak goreng secara nasional mencatatkan surplus 3,5 juta ton dari total 4,4 juta ton stok awal tahun dan produksi, setelah dikurangi konsumsi dalam negeri sebesar 914 ribu ton.

"Beras sampai dengan akhir April diperkirakan surplus besar 17 juta ton. Kemudian gula konsumsi 595 ribu ton. Cabai besar 74 ribu ton. Cabai rawit 105 ribu ton. Jagung 4,8 juta ton. Minyak goreng 3,5 juta ton. Daging ayam 727 ribu ton. Telur ayam 349 ribu ton. Bawang merah 57 ribu ton," jelas Sarwo.

Lebih lanjut dia mengatakan keberpihakan pemerintah terhadap produsen pangan dalam negeri juga tercermin dari penguatan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog.

Stok CBP saat ini sepenuhnya merupakan hasil serapan produksi dalam negeri. Penugasan penyerapan setara beras telah dijalankan Bulog secara masif sejak awal tahun 2026.

Hingga minggu keempat Februari 2026, realisasi serapan setara beras dari produksi dalam negeri telah melampaui capaian periode yang sama tahun sebelumnya. Eskalasi ini sekaligus menunjukkan tren produksi beras nasional yang terus meningkat.

Total serapan Bulog sampai minggu keempat Februari 2026 mencapai 552,4 ribu ton, meningkat signifikan sebesar 196,9 persen dibandingkan realisasi Januari dan Februari 2025 yang berada di angka 186 ribu ton.

Sebelumnya, Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebutkan saat ini pihaknya meningkatkan produksi sejumlah di luar sembilan komoditas pangan yang telah mencapai swasembada pangan.

Pemerintah kini memfokuskan langkah pada peningkatan produksi komoditas yang belum swasembada, seperti kedelai, bawang putih, dan daging sapi.

Meski demikian, Amran mengajak masyarakat untuk bersyukur karena sebagian besar pangan pokok strategis tetap dalam kondisi surplus.

Dengan kondisi tersebut, gejolak geopolitik global dinilai tidak memberikan dampak signifikan terhadap ketersediaan pangan pokok strategis nasional.

Indonesia terus memperkuat kemandirian dan kedaulatan pangan sebagai bagian dari visi besar Presiden Prabowo Subianto, mengingat sektor pangan menyangkut hajat hidup orang banyak dan tidak boleh terganggu dalam kondisi apa pun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.