Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jakarta Krisis Sampah, Pemprov DKI Diminta Susun Roadmap Pengelolaan Sampah dari Hulu ke Hilir

📅 Sabtu, 11 Apr 2026, 13:38 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jakarta Krisis Sampah, Pemprov DKI Diminta Susun Roadmap Pengelolaan Sampah dari Hulu ke Hilir Doc: ANTARA
Ket. Tumpukan sampah di TPS 3R Rawa Bebek, Pulogebang, Jakarta Timur, Kamis (9/4/2026).

J\AKARTA - Forum Warga Kota (FAKTA) Indonesia meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta agar menyusun peta jalan (roadmap) pengelolaan sampah dari hulu ke hilir, yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat serta memastikan transparansi dan akuntabilitas anggaran setiap program. 

"Jakarta tidak bisa terus dikelola dengan cara lama. Perlu perubahan paradigma dari sekadar mengejar proyek menjadi penyelamatan lingkungan yang nyata dan terukur," kata Ketua FAKTA Indonesia Ari Subagio Wibowo dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Menurut dia, bencana longsor di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang pada Maret 2026 membuktikan lemahnya sistem pengelolaan sampah di Jakarta.

Kondisi tersebut, kata Ari, memicu persoalan baru di tengah masyarakat, mulai dari kesulitan pembuangan hingga potensi meningkatnya praktik pembuangan sampah sembarangan.

Untuk itu, dia menilai peristiwa tersebut tidak dapat dianggap sebagai insiden teknis semata, melainkan cerminan kegagalan manajemen yang sudah berlangsung lama.

"Longsornya TPST Bantargebang adalah alarm keras bahwa sistem pengelolaan sampah kita masih bertumpu pada pola lama yang tidak berkelanjutan," ujar Ari.

Dia mengatakan pascabencana tersebut, warga Jakarta mulai merasakan dampak langsung berupa keterbatasan akses pembuangan sampah ke TPST Bantargebang.

"Keluhan masyarakat telah disampaikan melalui lembaga kemasyarakatan di tingkat kelurahan, namun dinilai belum mendapat respons yang menyentuh akar persoalan," tutur Ari.

Lebih lanjut, dia menyebutkan persoalan di lapangan semakin kompleks. Keterbatasan armada pengangkut serta pembatasan ritase per hari menyebabkan penumpukan gerobak sampah di sejumlah titik.

"Kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga memperburuk kualitas lingkungan perkotaan," tutur Ari.

Dia pun memandang akar persoalan itu terletak pada orientasi pembangunan yang masih berfokus pada proyek fisik semata, bukan pada solusi ekologis jangka panjang.

Masalah tersebut, sambung dia, kemudian membuat sistem pengelolaan sampah tidak mampu mengimbangi peningkatan volume sampah di Jakarta.

Sebagai langkah perbaikan, FAKTA Indonesia mendesak Pemprov DKI Jakarta untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Dinas Lingkungan Hidup DKI, sekaligus mengambil langkah konkret guna mengatasi krisis pembuangan sampah saat ini.

Selain itu, Pemprov DKI juga diminta menyusun roadmap pengelolaan sampah dari hulu ke hilir, yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat, serta memastikan transparansi dan akuntabilitas anggaran dalam setiap program yang dijalankan. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Megapolitan
Kebakaran di Kebayoran Lama...
Megapolitan
BMKG Bawa Kabar Baik untuk ...
Megapolitan
18 Rumah Terbakar di Kebayo...
Advertisement
Kemdiktisaintek Mulai Hitung Biaya Pendidikan Gratis hingga PTN

Kemdiktisaintek Mulai Hitung Biaya Pendidikan Gratis hingga PTN

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.