Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

MoU Diteken, Sebanyak 4.000 Pekerja Indonesia Dilirik Jerman

📅 Sabtu, 28 Feb 2026, 16:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
MoU Diteken, Sebanyak 4.000 Pekerja Indonesia Dilirik Jerman Doc: ANTARA/ Kuntum Riswan
Ket. Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti.

JAKARTA – Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke luar negeri memiliki arti strategis, baik bagi individu maupun perekonomian nasional.

Dari sisi makro, remitansi yang dikirim pekerja migran menjadi salah satu sumber devisa yang stabil dan berkontribusi pada daya tahan ekonomi, terutama di tengah ketidakpastian global. Aliran dana tersebut juga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan keluarga di daerah asal.

Secara struktural, penempatan kerja ke luar negeri membantu menyerap surplus tenaga kerja domestik serta membuka akses terhadap peluang upah yang lebih kompetitif.

Jika dikelola dengan sistem pelatihan, sertifikasi, dan perlindungan yang memadai, pengalaman kerja di luar negeri juga dapat meningkatkan keterampilan dan etos kerja yang bermanfaat saat kembali ke Tanah Air.

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti mengapresiasi penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerja sama penempatan sekitar 4.000 tenaga kerja Indonesia di Jerman.

Menurut dia dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (28/2), Indonesia memiliki potensi besar untuk mengekspor jasa profesi ke pasar global.

"Melalui kemitraan yang kredibel dan berkelanjutan, kita dapat membuka lebih banyak peluang kerja bagi tenaga kerja Indonesia, sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di sektor jasa," ujar Roro Esti.

Wamendag Roro Esti sendiri ikut menyaksikan secara daring penandatanganan MoU penempatan 4.000 tenaga kerja RI di Jerman antara Aurelium Global Talent GmbH dan PT Tenriawaru Elite Internasional di Jakarta pada Selasa (24/2/2026).

MoU kerja sama ini membuka peluang penempatan tenaga kerja Indonesia di sejumlah sektor strategis di Jerman, khususnya hospitality, ritel modern, dan layanan kesehatan, sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ekspor jasa profesi Indonesia di pasar global.

"Kerja sama ini menunjukkan besarnya potensi ekspor jasa profesi Indonesia di pasar global," tambah Wamendag.

Penandatanganan perjanjian kerja sama ini merupakan tindak lanjut konkret dari misi dagang jasa profesi Indonesia ke Berlin, Jerman, yang sebelumnya dilaksanakan Kementerian Perdagangan bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.

Misi dagang tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat kerja sama Indonesia dengan Jerman dan negara-negara Eropa lainnya dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil di berbagai sektor strategis.

Wamendag Roro menegaskan sektor jasa profesi merupakan salah satu penggerak penting dalam diversifikasi ekspor nasional.

Oleh karena itu, Kementerian Perdagangan terus mendorong diplomasi perdagangan dan promosi ekspor jasa guna memperluas akses pasar bagi pelaku usaha jasa Indonesia di tingkat global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
  • Indonesia Kantongi 5 Medali Asian Games
    persaingan ketat, mungkinkah kontingen Indonesia bisa masuk 3 ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Advertisement
Sebelum Mundur dari Kepengurusan Golkar, Nusron Ternyata Diskusi dengan Bahlil

Sebelum Mundur dari Kepengurusan Golkar, Nusron Ternyata Diskusi dengan Bahlil

21 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.