Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jobstreet by SEEK Ungkap 5 Strategi HR Hadapi Gempuran Teknologi AI

📅 Kamis, 09 Jul 2026, 15:55 WIB | Oleh:
Jobstreet by SEEK Ungkap 5 Strategi HR Hadapi Gempuran Teknologi AI Doc: Pexels
Ket. Jobstreet by SEEK membagikan sejumlah strategi yang dinilai penting bagi profesional human resources (HR), pemimpin bisnis, dan praktisi people management dalam menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin cepat.

JAKARTA - Jobstreet by SEEK membagikan sejumlah strategi yang dinilai penting bagi profesional human resources (HR), pemimpin bisnis, dan praktisi people management dalam menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin cepat. Melalui episode terbaru podcast Power Talks, perusahaan menyoroti pentingnya perencanaan tenaga kerja yang strategis, pemetaan kapabilitas karyawan, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) secara bertanggung jawab.

Pembahasan tersebut disampaikan dalam diskusi bersama CEO & AI Transformation Architect PEEPL, Kevin Thompson. Dari perbincangan itu, terdapat lima pelajaran utama yang dapat menjadi acuan perusahaan dalam mempersiapkan organisasi agar lebih adaptif terhadap perubahan bisnis dan perkembangan teknologi.

Pelajaran pertama menekankan bahwa strategic workforce planning harus dimulai dari tujuan bisnis perusahaan, bukan sekadar mengisi posisi yang kosong. Menurut Kevin, banyak perusahaan masih menerapkan pendekatan reaktif dalam perekrutan sehingga strategi pengelolaan SDM belum sepenuhnya mendukung arah pertumbuhan bisnis jangka panjang.

Ia menjelaskan bahwa fungsi HR seharusnya memahami visi perusahaan, prioritas CEO, serta target pertumbuhan organisasi sebelum menyusun strategi perekrutan. Dengan pendekatan tersebut, kebutuhan talenta dapat dipersiapkan lebih matang dan selaras dengan perkembangan perusahaan di masa depan.

Pelajaran kedua berkaitan dengan pentingnya pemetaan keterampilan atau workforce visibility. Perusahaan perlu mengetahui kemampuan yang telah dimiliki karyawan sekaligus mengidentifikasi kesenjangan kompetensi agar strategi pengembangan sumber daya manusia dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.

Selanjutnya, Kevin menilai perusahaan harus mampu menyeimbangkan strategi perekrutan dari luar dengan pengembangan talenta internal. Menurutnya, kombinasi antara buy dan build menjadi langkah penting agar perusahaan dapat mengelola biaya secara efisien sekaligus membangun kemampuan SDM yang berkelanjutan.

Pelajaran berikutnya menyoroti peran AI dalam mendukung pengambilan keputusan di bidang HR. Kevin menegaskan bahwa AI bukanlah pengganti manusia, melainkan alat yang dapat membantu perusahaan mengintegrasikan berbagai data dari sistem seperti HRIS maupun learning management system untuk menghasilkan analisis yang lebih komprehensif.

"AI bukan untuk menggantikan manusia. Tapi AI akan menggantikan manusia yang tidak menggunakan AI," ungkap Kevin Thompson.

Meski demikian, Kevin mengingatkan bahwa teknologi tidak dapat menggantikan aspek etika dalam proses pengambilan keputusan. Menurutnya, keputusan strategis tetap membutuhkan pertimbangan manusia meskipun AI mampu menyajikan data dan informasi secara lebih cepat.

"Satu hal yang tidak bisa digantikan oleh AI adalah etika. Etika di balik sebuah keputusan. Kita bisa mendapatkan lebih banyak data dengan bantuan AI, tetapi berdasarkan data tersebut, tetap ada etika di balik keputusan yang harus kita ambil," tambahnya.

Pelajaran terakhir menekankan bahwa transformasi AI dan perencanaan tenaga kerja tidak harus dimulai dengan perubahan besar secara bersamaan. Kevin menyarankan perusahaan memulai dari proyek percontohan dalam skala kecil agar implementasi berjalan lebih realistis, minim risiko, dan memberikan ruang untuk evaluasi serta penyempurnaan.

Sementara itu, Head of Country Marketing Jobstreet by SEEK Indonesia, Sawitri, menilai transformasi dunia kerja tidak cukup hanya mengandalkan teknologi. Menurutnya, perusahaan juga harus memastikan bahwa aspek kemanusiaan tetap menjadi bagian penting dalam setiap proses pengelolaan SDM.

"Masa depan ketenagakerjaan tuh harus high tech, tapi juga jangan lupa harus deeply human," ujar Sawitri.

Sawitri mengatakan HR saat ini dituntut memiliki peran yang lebih strategis, mulai dari memahami arah bisnis hingga memanfaatkan teknologi secara cerdas. Ia menilai perpaduan antara AI, data, komunikasi, dan penilaian manusia akan menjadi fondasi penting bagi perusahaan yang ingin tumbuh secara berkelanjutan di tengah dinamika dunia kerja.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Megapolitan
102 Ribu Warga Depok Segera...
Daerah
Insiden Kapal Virgo: 1 Penu...
Nasional
Jejak Hatta-Sjahrir Dihidup...
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.