Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Proyek Oplah Raksasa di Kutim, Solusi atau Risiko Lingkungan?

📅 Minggu, 19 Apr 2026, 20:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Proyek Oplah Raksasa di Kutim, Solusi atau Risiko Lingkungan? Doc: ANTARA/ M Ghofar
Ket. Seorang anak sedang belajar mengenal padi sawah di Kalimantan Timur.

SANGATTA – Optimalisasi lahan menjadi strategi krusial untuk meningkatkan produktivitas tanpa harus membuka lahan baru yang berisiko terhadap lingkungan.

Pendekatan ini menekankan pemanfaatan teknologi, efisiensi penggunaan input, serta perbaikan tata kelola agar lahan yang ada dapat menghasilkan nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada dukungan infrastruktur, akses pembiayaan, dan kapasitas sumber daya manusia, sehingga tanpa ekosistem yang kuat, optimalisasi lahan berpotensi tidak mencapai hasil maksimal.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian (Kementan) berkolaborasi dengan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melakukan optimalisasi lahan (oplah) seluas 20.000hektare demi mewujudkan swasembada pangan, sehingga ke depan kabupaten ini tidak mendatangkan beras dari daerah lain.

"Program strategis nasional oplah ini merupakan bagian penting dalam menyukseskan ketahanan pangan bukan hanya untuk Kutim, tapi juga bagi nasional yang digagas oleh pemerintah pusat," ujar Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi di Sangatta, Minggu (19/4).

Ia menyebut bahwa seluruh daerah di Indonesia memiliki tanggung jawab yang sama untuk mendukung program yang menjadi bagian dari Astacita Presiden Prabowo Subianto, termasuk Kutim yang komitmen menyukseskan program tersebut.

"Pemerintah daerah memiliki komitmen besar untuk ikut terlibat langsung dalam menyukseskan ketahanan pangan nasional. Saat ini kami baru mengusulkan 4 titik dari 10 titik yang diminta oleh pemerintah pusat. Namun kami akan terus berupaya mewujudkan itu agar peluang swasembada pangan dapat terwujud," katanya.

Sebelumnya, saat menggelar rapat bersama Direktur Irigasi Pertanian Kementan, di Ruang Arau Sekretariat Daerah Kutim pada Kamis (16/4/2026), ia menyebut bahwa target oplah atau perluasan lahan 20.000 hektare tersebut bukan tanpa tantangan, namun tantangan ini harus dicarikan solusi.

"Saat ini memang masih ada tantangan yang krusial, terutama terkait masih rendahnya minat masyarakat untuk bertani. Salah satu penyebabnya yakni kurangnya fasilitas pendukung pertanian yang belum memadai, sehingga fasilitas ini harus dipenuhi, terutama terkait alat dan mesin pertanian," ujar dia.

Berbagai tantangan ini terus dilakukan perumusan bersama, karena halangan yang ada tidak boleh menjadi alasan dalam mendorong peningkatan produksi, sehingga melalui kecukupan fasilitas diharapkan bisa menarik minat kaum muda melirik sektor vital pertanian.

"Pertanian tanaman pangan yang dikelola dengan baik, maka memiliki potensi ekonomi tinggi serta berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan. Untuk itu, pemerintah daerah akan terus berupaya memberikan atensi dan dukungan dengan berbagai kebijakan dalam mendukung program ketahanan pangan," ucap Mahyunadi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
Kabut Asap Sampai Jakarta, Bandara Soetta Batalkan Dua Penerbangan

Kabut Asap Sampai Jakarta, Bandara Soetta Batalkan Dua Penerbangan

17 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.