Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Thailand Tenggelamkan Kapal Malaysia

📅 Senin, 23 Feb 2026, 02:10 WIB | Oleh:
Thailand Tenggelamkan Kapal Malaysia Doc: The Nation

BANGKOK - Kapal patroli Angkatan Laut Thailand telah melepaskan tembakan peringatan ke arah kapal pukat ikan Malaysia yang mencoba menabraknya setelah kedapatan melakukan penangkapan ikan ilegal di perairan Thailand.

Kapal tersebut kemudian tenggelam dan awaknya ditahan, kata juru bicara Angkatan Laut, Laksamana Muda Parach Rattanachaiyapan, Minggu (22/2).

“Pada 20 Februari 2026, kapal-kapal nelayan Thailand melaporkan kepada Komando Wilayah Tiga Angkatan Laut Thailand tentang delapan hingga sepuluh kapal pukat kecil Malaysia yang melakukan penangkapan ikan ilegal di perairan teritorial Thailand, delapan mil laut dari Pulau Lipe,” kata Parach kepada wartawan.

Parach menambahkan bahwa kapal patroli Angkatan Laut yang dikerahkan untuk memeriksa informasi tersebut terpaksa melepaskan tembakan peringatan ketika satu kapal pukat mencoba menabraknya.

Komandan kapal patroli, yang mendapati sedikitnya 10 kapal Malaysia berada di perairan Thailand berdasarkan laporan nelayan setempat. Kapal patroli Thailand kemudian menggunakan pengeras suara untuk memerintahkan mereka segera mematikan mesin dan bersiap menjalani pemeriksaan, kata juru bicara tersebut.

“Sebagian besar kapal pukat berusaha segera meninggalkan perairan Thailand, namun satu kapal bermanuver sangat dekat dengan kapal Angkatan Laut dengan indikasi jelas hendak menabrak,” ucap Parach

Awak patroli kemudian melepaskan tembakan peringatan, yang mengakibatkan satu awak kapal pukat kecil itu terluka. Dua lainnya ditahan, dan kapal tersebut tenggelam.

Parach menambahkan, ketiga awak kapal pukat Malaysia tersebut merupakan warga negara Thailand yang bekerja berdasarkan kontrak di negara tetangga itu.

Pria yang terluka telah mendapatkan perawatan di rumah sakit di Provinsi Satun, wilayah paling selatan Thailand yang berbatasan dengan Malaysia, sementara dua lainnya diserahkan kepada aparat penegak hukum setempat dan ditahan berdasarkan keputusan pengadilan. SB/Ant/Sputnik/RIA Novosti/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
Luar Negeri
Polisi Kolombia Sukses Ring...

Wali Kota Ungkap Banyak ASN Tangsel Terlibat Judol

18 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Ungkap Banyak ASN...

KCIC Tawarkan Diskon Tiket Whoosh hingga 50 Persen

22 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
KCIC Tawarkan Diskon Tiket ...

BMKG: Waspadai Banjir Rob NTT 8-10 Oktober

25 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
BMKG: Waspadai Banjir Rob N...
Advertisement
Presiden Prabowo Luncurkan Ekspor Perdana Baterai EV dan 11 Proyek di Kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park

Presiden Prabowo Luncurkan Ekspor Perdana Baterai EV dan 11 Proyek di Kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park

08 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.