Asyik Berfoto Selfie di Dekat Rel KA, Tiga Siswa SMA di Batang Tewas Tertabrak Kereta Argo Merbabu
📅 Sabtu, 21 Feb 2026, 14:52 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: ANTARA
BATANG - PT Kereta Api Indonesia (KAI) melaporkan bahwa tiga siswa SMA meninggal dunia setelah tertabrak kereta Argo Merbabu saat sedang berfoto selfie di dekat rel kereta api di GOR Sarengat, Kabupaten Batang, Jawa Tengah pada hari Sabtu (21/2).
Manajer Humas KAI Area Operasi 4 Semarang, Luqman Arif, mengatakan, setelah kejadian tersebut, kereta Argo Merbabu melakukan pemberhentian luar biasa untuk inspeksi fasilitas.
“Setelah dinyatakan aman oleh anggota kru kereta api, kereta melanjutkan perjalanannya pada pukul 7:09 pagi waktu setempat,” kata Arif.
Tiga siswa yang meninggal dunia setelah tertabrak kereta Argo Merbabu di jalur Semarang-Gambir diidentifikasi sebagai IS (15), D (15), dan G (15), semuanya warga Kecamatan Kasepihan, Kabupaten Batang.
Arif menyampaikan belasungkawa dan keprihatinan atas kecelakaan tersebut. “KAI IV Daop Semarang menyampaikan keprihatinan dan penyesalan yang mendalam atas kejadian ini,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
KAI Daop IV Semarang mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di jalur kereta api, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.
Perusahaan terus melakukan penyuluhan keselamatan di sekolah-sekolah dan masyarakat untuk mencegah kecelakaan serupa.
“Tragedi ini menjadi pengingat yang jelas bahwa rel kereta api bukanlah tempat untuk rekreasi, apalagi untuk berfoto selfie,” tambahnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di beberapa wilayah Batang, rel kereta api sering digunakan sebagai tempat berkumpul oleh muda-mudi untuk ngabuburit selama Ramadan karena lokasinya yang terbuka dan pengawasan yang minim.
Seorang petugas penjaga di pos perlintasan sebidang GOR Sarengat mengatakan area tersebut menimbulkan risiko yang signifikan, karena kereta api melaju dengan kecepatan tinggi dan seringkali tanpa sinyal klakson yang berkepanjangan.
“Oleh karena itu, kami berharap para orang tua akan mengingatkan anak-anak mereka untuk menjauhi rel kereta api. Rel kereta api adalah zona mematikan; jika orang-orang tidak berhati-hati, kami tidak ingin melihat lebih banyak korban,” katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!