Revitalisasi Taman Semanggi Jakarta Dimulai, Intip Desain Ikoniknya!
📅 Jumat, 20 Feb 2026, 18:37 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Pemprov DKI Jakarta
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melakukan peletakan batu pertama revitalisasi Taman Semanggi pada Jumat (20/2). Kegiatan ini menjadi langkah awal penataan ruang terbuka hijau di salah satu simpul strategis Jakarta yang dilakukan kolaboratif bersama PT Media Indra Buana melalui skema pembiayaan berbasis hak penamaan.
Taman Semanggi memiliki luas sekitar 6 hektare yang tersebar di empat sisi kawasan Simpang Susun Semanggi. Nantinya, taman ini akan dilengkapi jalur pedestrian, area olahraga, plaza kegiatan, ruang komunal, elemen air, serta kolam resapan dan tampungan air untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan pengelolaan limpasan air hujan.
Gubernur Pramono menyampaikan bahwa Taman Semanggi merupakan kawasan bersejarah yang digagas Presiden Republik Indonesia pertama, Ir. Soekarno, pada 1962. Bentuk simpang susun yang menyerupai empat helai daun semanggi merepresentasikan fungsi, konektivitas, transformasi, serta nilai estetika yang tetap relevan hingga kini.
"Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ingin kawasan ini benar-benar menjadi tempat yang ikonik dan dapat dimanfaatkan oleh semua orang dengan baik. Taman Semanggi akan menjadi simbol regenerasi dari gagasan Bung Karno yang tetap kontekstual dengan kebutuhan Jakarta hari ini," ujar Pramono.
Konsep revitalisasi Taman Semanggi mengusung tiga pendekatan utama, kata Gubernur Pramono. Pertama, regeneration, yakni pemulihan ekologi kawasan melalui penataan lanskap dan penanaman vegetasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kedua, reconnection, yakni penguatan keterhubungan antarruang agar kawasan taman seluas kurang lebih 6,5 hektare ini dapat diakses dengan lebih mudah, aman, dan nyaman.
"Kemudian, ada reactivation, yaitu mengaktifkan kembali kawasan taman agar dapat dimanfaatkan oleh seluruh kelompok masyarakat. Yang paling penting, seluruh penataan ini dilakukan tanpa mengganggu lalu lintas yang ada. Kawasan Semanggi merupakan koridor transportasi utama sekaligus wajah Jakarta," jelasnya.
Pembangunan kawasan ini membutuhkan anggaran sekitar Rp134 miliar yang sepenuhnya tidak bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Skema ini memungkinkan pembangunan berjalan tanpa membebani kas daerah sekaligus menjamin keberlanjutan pengelolaan taman ke depan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Selama ini, kawasan Taman Semanggi cenderung berfungsi pasif dan terfragmentasi oleh arus lalu lintas. Melalui revitalisasi, kawasan ini akan ditata menjadi ruang publik yang aktif, terintegrasi, dan inklusif dengan menghubungkan fungsi ekologi, mobilitas pejalan kaki dan pesepeda, serta aktivitas sosial masyarakat," pungkas Pramono.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!