PU Kerahkan Alat Berat, Pastikan Akses Jalan NTT Tetap Terbuka Pasca Gempa 7,7 Magnitudo
📅 Sabtu, 15 Agu 2026, 14:53 WIB | Oleh: Tim RedaksiJAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat merespons gempa bumi kuat yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) sekitar pukul 05.00 WITA. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa berkekuatan 7,7 magnitudo berpusat di laut, 30 Km timur laut Nagekeo-Mbay, di wilayah pantai utara Pulau Flores.
Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan duka cita mendalam kepada seluruh masyarakat NTT yang terdampak. Ia menegaskan Kementerian PU akan mengerahkan seluruh sumber daya untuk mendukung proses penanganan dan pemulihan di lapangan.
“Saya menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Semoga masyarakat diberikan kekuatan dan keselamatan. Kementerian PU akan terus hadir dan mendukung upaya penanganan sesuai kebutuhan di lapangan,” kata Menteri Dody.
Untuk memastikan respons cepat, Menteri Dody menginstruksikan jajaran balai di wilayah NTT agar meningkatkan kesiapsiagaan. "Kesiapan personel, alat berat, serta koordinasi intensif dengan pemerintah daerah menjadi kunci agar infrastruktur terdampak dapat segera dipulihkan dan akses masyarakat tidak terputus,” tegasnya.
7 Ruas Jalan Nasional Terdampak Longsor
Sebaiknya Anda baca juga:
Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT, Ditjen Bina Marga, langsung menurunkan tim ke lapangan untuk melakukan pemantauan dan identifikasi kerusakan. Mengingat masih adanya potensi gempa susulan, asesmen dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan keselamatan petugas.
Hasil pemantauan awal menemukan sejumlah titik longsoran tebing yang menutup badan jalan nasional. Lokasi terdampak meliputi ruas Malwatar - Batas Kota Ruteng, Ruteng - Km 210, Ruteng - Reo - Kedindi, Km 210 - Batas Kabupaten Manggarai, Gako - Aigela - Batas Kota Ende, Danga - Maropokot, Kota Ende - Wolowaru, dan Wolowaru - Maumere.
Alat Berat Dikerahkan untuk Buka Akses
Sebaiknya Anda baca juga:
Guna menjaga konektivitas dan memastikan jalur logistik serta bantuan bencana tetap berjalan, Kementerian PU segera mengerahkan alat berat ke titik-titik terdampak.
Di wilayah kerja PPK 3.3, satu unit loader telah bergerak menuju lokasi. Di wilayah PPK 3.4, satu unit excavator dikerahkan untuk mengangkut material longsoran. Sementara di wilayah PPK 4.1, dua unit loader telah menuju lokasi dan satu unit excavator disiagakan di Kota Ende.
Pengerahan alat berat ini bertujuan mempercepat pembersihan material longsoran yang menutup badan jalan, sehingga mobilitas masyarakat dan akses tim penanggulangan bencana tetap terjaga.
Kepala BPJN NTT Janto menjelaskan, prioritas utama saat ini adalah pembukaan akses jalan. “Untuk sementara tim di lapangan masih fokus pada pembersihan material longsoran pada badan jalan. Pemeriksaan menyeluruh terhadap jembatan dan seluruh ruas jalan nasional akan dilakukan bertahap setelah kondisi memungkinkan dan mempertimbangkan faktor keselamatan akibat potensi gempa susulan,” ujar Janto.
Kementerian PU akan terus melakukan pemantauan, asesmen, dan pemutakhiran data kerusakan di lapangan. Penanganan infrastruktur akan dilakukan secara bertahap sesuai hasil asesmen, dengan target utama memastikan jalan nasional di wilayah terdampak kembali berfungsi dan mendukung percepatan pemulihan pascagempa di NTT.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!