Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KAI Bangun 8 Tower Rusun MBR di Manggarai, Harga dan Skema Kredit Jadi Sorotan

📅 Selasa, 18 Agu 2026, 18:25 WIB | Oleh:
KAI Bangun 8 Tower Rusun MBR di Manggarai, Harga dan Skema Kredit Jadi Sorotan Doc: ANTARA
Ket. PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI segera memulai pembangunan rumah susun (rusun) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di kawasan Manggarai, Jakarta. Proyek tersebut dijadwalkan melakukan groundbreaking pada Jumat (21/8/2026) setelah proses persiapan dan pematangan lahan rampung dilakukan.

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI segera memulai pembangunan rumah susun (rusun) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di kawasan Manggarai, Jakarta. Proyek tersebut dijadwalkan melakukan groundbreaking pada Jumat (21/8/2026) setelah proses persiapan dan pematangan lahan rampung dilakukan.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan pembangunan rusun tersebut siap dilaksanakan karena kondisi lahan sudah dipersiapkan untuk masuk ke tahap konstruksi. Ia menyampaikan hal tersebut saat meninjau lokasi pembangunan di lahan milik KAI, Manggarai, Jakarta, Selasa (18/8/2026).

"Groundbreaking tanggal 21 besok, insya Allah hari Jumat, jam 9. Dan yang paling penting, ground breaking ini siap langsung dibangun," ujar Bobby.

Bobby menjelaskan salah satu bagian lahan yang disebut Blok G telah sepenuhnya siap digunakan untuk pembangunan. Sementara persiapan pada Blok F masih berlangsung dan ditargetkan selesai pada September 2026.

Proyek rusun tersebut akan berdiri di atas lahan sekitar 2,2 hektare yang akan dimanfaatkan untuk membangun delapan tower. Seluruh tower tersebut diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dengan sejumlah pilihan luas hunian, mulai dari tipe 28, 36, 45 hingga tipe 52 untuk segmen yang lebih tinggi.

"(Luas) 2,2 hektar itu nanti delapan tower. Delapan tower semuanya MBR," kata Bobby.

Pembangunan hunian di kawasan Manggarai juga menjadi bagian dari upaya KAI mengoptimalkan aset lahan yang dimiliki untuk mendukung kebutuhan tempat tinggal masyarakat di kawasan perkotaan. Selain hunian, pengembangan kawasan tersebut diarahkan menjadi kawasan terpadu yang terhubung dengan jaringan transportasi publik.

Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Sri Haryanti mengatakan skema hunian yang dibangun KAI memang ditujukan untuk MBR. Menurutnya, harga jual hunian mengacu pada ketentuan yang berlaku di wilayah Jakarta Pusat dengan batas harga tertinggi sekitar Rp14,5 juta per meter persegi.

Namun, harga yang nantinya ditetapkan KAI masih dapat berada di bawah batas maksimal tersebut. Pemerintah menyerahkan penentuan harga akhir kepada pengembang dengan tetap memperhatikan ketentuan dan sasaran masyarakat yang dituju.

"Karena ini Jakarta Pusat, harga jual paling tingginya Rp14,5 juta per meter persegi. Dan itu pada batas-batas atas. Jadi kalau KAI ternyata bisa lebih rendah dan sebagainya, nanti diserahkan pada pengembang," ujar Sri.

Untuk membuat hunian semakin terjangkau, pemerintah juga menyiapkan sejumlah kemudahan pembiayaan dan insentif bagi masyarakat yang memenuhi kriteria MBR. Salah satunya berupa skema pembiayaan dengan tingkat bunga rendah sebesar 1 persen dan tenor yang dapat mencapai 40 tahun.

Selain fasilitas pembiayaan, pemerintah memberikan subsidi biaya proses sebesar Rp4 juta bagi masyarakat MBR. Sejumlah keringanan lainnya juga disiapkan, termasuk pembebasan biaya Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), serta Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang ditanggung pemerintah sesuai ketentuan.

Skema pembelian inden juga menjadi salah satu kemudahan yang ditawarkan kepada calon penghuni. Dengan skema tersebut, masyarakat tidak perlu menunggu seluruh bangunan selesai terlebih dahulu untuk melakukan Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB).

"Sudah dibuka kredit inden. Jadi PT KAI tidak perlu harus menyelesaikan sampai 100 persen dulu baru kemudian bisa PPJB. Dari 20 persen keterbangunan, itu sudah bisa ada PPJB oleh MBR," kata Sri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.