Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mayoritas Warga Kebon Pala, Kampung Melayu Menerima Normalisasi Kali Ciliwung

📅 Jumat, 20 Feb 2026, 17:27 WIB | Oleh:
Mayoritas Warga Kebon Pala, Kampung Melayu Menerima Normalisasi Kali Ciliwung Doc: antara foto
Ket. Banjir melanda kawasan Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur.

JAKARTA - Mayoritas warga Kebon Pala, Kampung Melayu, menyatakan ketersediaannya terhadap rencana normalisasi Kali Ciliwung untuk mengatasi banjir di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

"Banyak yang menerima soal rencana normalisasi Kali Ciliwung untuk penanganan banjir ini," kata Ketua RT 13/RW 04 Kampung Melayu, Sanusi di Kebon Pala, Jakarta Timur, Jumat (20/2).

Sanusi menyebut, rencana normalisasi Kali Ciliwung di wilayah Kampung Melayu, telah memasuki tahap pendataan. Proses tersebut sudah dilakukan beberapa bulan lalu oleh pihak terkait dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Kalau untuk itu sudah ada pendataan. Beberapa bulan yang lalu sudah ada," ujar Sanusi.

Pendataan tersebut dilakukan sebagai bagian dari tahapan awal rencana normalisasi Kali Ciliwung yang melintasi kawasan permukiman padat penduduk di Kampung Melayu.

Wilayah ini memang kerap terdampak banjir saat debit air sungai meningkat, terutama ketika hujan deras mengguyur wilayah hulu dan Jakarta secara bersamaan.

Menurut Sanusi, sejauh ini mayoritas warga di lingkungannya menerima rencana normalisasi tersebut. 

Meski demikian, dia tidak menampik adanya kekhawatiran dari sebagian kecil warga terkait dampak yang mungkin timbul, terutama menyangkut tempat tinggal mereka.

Normalisasi Kali Ciliwung menjadi salah satu program strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam upaya pengendalian banjir. Program ini mencakup pelebaran dan pengerukan sungai, serta penertiban bangunan yang berdiri di bantaran sungai untuk mengembalikan fungsi aliran air secara optimal.

Sejumlah warga berharap jika normalisasi benar-benar direalisasikan, pemerintah juga memperhatikan aspek sosial, termasuk relokasi yang layak dan kompensasi yang adil bagi warga terdampak.

Mereka juga ingin proses berjalan transparan dan melibatkan masyarakat dalam setiap tahapannya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Nasional
Pengungkapan Narkotika Keta...

Kemeriahan Gebyar PAUD Yogyakarta 2026

4 jam yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.