Pengamat : Pelibatan TNI dalam R-Perpres Terorisme Berpotensi Disalahgunakan
📅 Rabu, 18 Feb 2026, 18:21 WIB | Oleh: Mohammad Zaki AlatasOperasi militer yang bersifat indiscriminatory sering menciptakan keluhan sosial dan politik baru yang justru memperluas basis dukungan bagi kelompok ekstremis.16 Selain dampak langsung terhadap warga sipil, militerisasi keamanan domestik juga menimbulkan konsekuensi institusional jangka panjang.
Dominasi militer cenderung melemahkan kapasitas dan profesionalisme aparat penegak hukum sipil, karena kepolisian dan lembaga peradilan tersubordinasi di bawah logika keamanan nasional. Kondisi ini menciptakan ketergantungan struktural pada militer dan
menghambat pembangunan institusi hukum yang efektif dan akuntabel.
Dari perspektif jangka panjang, pendekatan militeristik cenderung gagal mengatasi akar penyebab terorisme domestik, seperti marginalisasi politik, ketidakadilan ekonomi, dan eksklusi sosial. Studi komparatif menunjukkan bahwa kekerasan negara yang berlebihan justru berfungsi sebagai mekanisme rekrutmen tidak langsung bagi kelompok ekstremis
dengan menyediakan narasi ketidakadilan yang mudah dieksploitasi.18
Dalam negara non- demokratis, dampak-dampak ini diperparah oleh lemahnya pengawasan sipil, sehingga kontra-terorisme berisiko berubah menjadi instrumen permanen represi politik dan kehilangan fungsi keamanannya. ***
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!