Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Bandung Targetkan 5 RSUD BEDAS Mandiri, Pelayanan dan Pendapatan Didorong Naik

📅 Jumat, 02 Okt 2026, 18:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkab Bandung Targetkan 5 RSUD BEDAS Mandiri, Pelayanan dan Pendapatan Didorong Naik Doc: Antara
Ket. Pembangunan Rumah Sakit Bedas di Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Bandung - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, Jawa Barat, menargetkan lima Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) BEDAS mampu meningkatkan pendapatan dan pelayanan sehingga dapat membiayai kebutuhan operasional secara mandiri tanpa terus bergantung pada subsidi.

Bupati Bandung Dadang Supriatna di Bandung, Jumat (2/10), mengatakan kemandirian pembiayaan harus berjalan seiring dengan peningkatan mutu pelayanan dan utilisasi rumah sakit agar keberadaan lima RSUD tersebut semakin optimal melayani masyarakat.

"Kami pemerintah daerah siap mendukung seluruh rumah sakit, tapi Bapak-Ibu persiapkan pelayanan yang optimal di rumah sakit masing-masing. Jangan kami sudah siap, tapi di lapangan tidak jalan," ujarnya.

Lima RSUD BEDAS yang dievaluasi tersebut yakni RSUD Kertasari, Cimaung, Arjasari, Tegalluar, dan Pacira dengan masing-masing manajemen diminta menyusun rencana bisnis anggaran (RBA) dan indikator mutu pelayanan yang terukur.

Dadang mengatakan, tingkat utilisasi sejumlah RSUD BEDAS masih relatif rendah, tercermin dari bed occupancy rate (BOR) RSUD Arjasari sebesar 14 persen, Tegalluar 40 persen, Cimaung 47 persen, dan Kertasari di bawah 50 persen.

"Penyebabnya beragam, mulai dari belum adanya kerja sama dengan BPJS hingga proses akreditasi yang masih berjalan. Ini menjadi catatan kami untuk segera dituntaskan," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Hanhan Siti Hasanah mengatakan tiga RSUD, yakni Kertasari, Cimaung, dan Tegalluar, telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, sedangkan RSUD Arjasari masih menjalani proses akreditasi dan pengajuan kredensialing BPJS.

Sementara itu, RSUD Pacira sedang mempersiapkan survei akreditasi, sedangkan seluruh RSUD BEDAS telah memiliki izin operasional dan siap memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Sebanyak 90 persen pendapatan RSUD berasal dari BPJS. Karena itu, kelancaran kerja sama ini sangat menentukan keberlanjutan layanan," ujar Siti.

Siti mengatakan kebutuhan sumber daya manusia, sarana prasarana, alat kesehatan, obat-obatan, dan bahan medis habis pakai (BMHP) di lima RSUD saat ini masih sebagian besar disubsidi APBD sehingga penguatan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) diperlukan untuk meningkatkan kemampuan pembiayaan rumah sakit.

Selain itu, Pemkab Bandung menyiapkan tambahan anggaran Penerima Bantuan Iuran (PBI) dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 sekitar Rp50 miliar dari anggaran yang saat ini tersedia Rp113 miliar guna menjamin keberlanjutan layanan kesehatan masyarakat selama 12 bulan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.