Pilot India Diserang Kopilot di Udara, Nekat Buka Kokpit dan Selamatkan Penumpang dari Pesawat Jatuh
📅 Jumat, 02 Okt 2026, 19:10 WIB | Oleh: Tim PenulisDubai – Pilot India yang diserang kopilotnya dalam penerbangan dari Uni Emirat Arab (UEA) menuju Israel mengatakan pada Jumat bahwa dirinya "tidak bisa membiarkan semua orang itu tewas", dalam pernyataan publik pertamanya setelah membantu mencegah pesawat jatuh.
Tindakannya pada Rabu (30/9) membantu mencegah bencana setelah ia berhasil membuka pintu kokpit meski mengalami luka-luka, sehingga penumpang dan awak pesawat dapat mengambil alih kendali pesawat dan melakukan pendaratan darurat di Arab Saudi.
Kopilot tersebut telah dikembalikan ke Uni Emirat Arab, tempat insiden itu tengah diselidiki untuk menentukan adanya "aktivitas atau niat teroris".
Sebagian besar penumpang pesawat yang merupakan warga Israel telah diterbangkan kembali ke Israel menggunakan pesawat pengganti.
Kapten Flydubai Smit Machchhar mengatakan kepada Perdana Menteri India Narendra Modi melalui sambungan telepon dari ranjang rumah sakit bahwa dirinya tahu harus bertindak cepat. Ia menyebut upayanya membuka pintu kokpit sebagai "dorongan terakhir" untuk mendapatkan pertolongan.
"Saya mengalami begitu banyak luka hingga saya jatuh. Saat itu, saya bisa merasakan pesawat sedang turun. Saya tahu ini adalah dorongan terakhir, pintunya ada di sana," katanya.
"Saya masih dipukul saat itu, tetapi saya membuka pintu dan semua orang masuk."
Machchhar, yang memiliki pengalaman 17 tahun di dunia penerbangan, termasuk 11 tahun sebagai kapten, menceritakan saat dirinya menyadari pesawat sedang turun ketika ia terbaring dalam kondisi terluka.
Ia mengatakan kepada Modi bahwa selama kejadian tersebut dirinya melantunkan doa Hindu yang ditujukan kepada dewa Hanuman.
"Saya tahu Tuhan sendiri yang menyelamatkan saya," katanya.
Ia mengatakan pengalaman bertahun-tahun di dunia penerbangan membuatnya mampu memahami apa yang sedang terjadi meski dalam kondisi terluka.
"Bunuh Saya, Bunuh Saya"
Kondisi yang melatarbelakangi konfrontasi tersebut masih dalam penyelidikan. Namun, kopilot diduga menyerang Machchhar hingga menyebabkan pilot tersebut terluka dan memicu perebutan kendali pesawat.
Para penumpang mengatakan mereka bergegas menuju kokpit dan terlibat dalam perkelahian untuk mengambil alih kendali setelah pesawat tiba-tiba menukik. Menurut situs Flightradar24, pesawat kehilangan ketinggian sekitar 17.000 kaki hanya dalam waktu satu menit.
Modi mengatakan tindakan Machchhar membantu menyelamatkan banyak nyawa dan mencegah "tragedi besar".
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!