Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Restrukturisasi BUMN Karya Memanas, PTPP-Adhi Karya Dimerger Dulu

📅 Jumat, 02 Okt 2026, 19:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Restrukturisasi BUMN Karya Memanas, PTPP-Adhi Karya Dimerger Dulu Doc: ANTARA/ Ahmad Wijaya
Ket. Ilustrasi - Logo PT PP (Persero).

JAKARTA – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menyatakan akan mendahulukan proses merger Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya, diantaranya PT PP Tbk (PTPP), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Brantas Abipraya, dan PT Nindya Karya.

Seiring dengan itu, Danantara juga melakukan restrukturisasi terhadap PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT), yang proses merger-nya ditargetkan menyusul setelah restrukturisasi.

“Bahwa merger PTPP, Adhi Karya, kemudian Brantas Abipraya dan Nindya Karya, ini akan kita selesaikan. Ini yang paling mudah untuk dilakukan mergernya. Sehingga kita mulai melakukan merger ini dulu. Kemudian baru berikutnya perusahaan yang harus kita restrukturisasi. itu ada WIKA dan Waskita," ujar Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria seusai acara Executive Breakfast Meeting oleh IKA Fikom Unpad di Jakarta, Jumat (2/10).

Dony menjelaskan, Danantara akan fokus terhadap proses merger ke empat perusahaan BUMN Karya terlebih dahulu, setelahnya baru akan berfokus pada dua perusahaan yang membutuhkan langkah restrukturisasi lebih kompleks.

Ia menyebut, Wijaya Karya dan Waskita Karya menjadi perusahaan yang membutuhkan perhatian lebih dalam proses restrukturisasi karena membutuhkan sejumlah langkah, termasuk optimalisasi atau investasi aset serta penurunan beban utang.

"Terutama sekali WIKA dan Waskita. Kalau yang PT Hutama Karya, mereka relatively sehat. Jadi hanya WIKA, Waskita yang akan menjadi persoalan," ujar Dony.

Dony menjelaskan, Danantara saat ini tengah melakukan penataan terhadap perusahaan-perusahaan BUMN melalui empat skema, yaitu penutupan atau likuidasi, divestasi, konsolidasi, serta restrukturisasi.

Untuk perusahaan yang masuk dalam skema restrukturisasi, Ia menjelaskan langkah yang dilakukan dapat berupa penambahan ekuitas, injeksi aset, maupun restrukturisasi pinjaman.

"Ini sudah selesai kita tentukan, sehingga harapannya yang selalu disampaikan oleh Bapak Presiden (Prabowo Subianto), kita harapkan akhir tahun ini tinggal hanya 200 perusahaan saja yang kita kelola," ujar Dony.

Selain sektor konstruksi, ia mengungkapkan Danantara juga tengah melakukan proses konsolidasi terhadap perusahaan-perusahaan BUMN sektor asuransi.

Pihaknya menargetkan merger perusahaan BUMN asuransi jiwa, asuransi umum, dan asuransi kredit dapat selesai pada akhir tahun 2026, termasuk perusahaan asuransi berbasis syariah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.