Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dari Lumpur Banjir ke Harapan Baru: Kades di Aceh Utara Bangkitkan Ekonomi Desa Lewat Kopdes Merah Putih dan Kelapa

📅 Selasa, 17 Feb 2026, 22:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dari Lumpur Banjir ke Harapan Baru: Kades di Aceh Utara Bangkitkan Ekonomi Desa Lewat Kopdes Merah Putih dan Kelapa Doc: ANTARA FOTO/ Mohammad Ayudha
Ket. Ilustrasi - Koperasi Kelurahan Merah Putih.

ACEH UTARA – Di tengah sisa-sisa lumpur banjir bandang yang pernah melanda Langkahan, Aceh Utara, semangat bangkit perlahan tumbuh dari Desa Krueng Lingka.

Kepala desa setempat, Efendi Noerdin, memilih tidak larut dalam duka. Ia justru menjadikan bencana sebagai titik balik untuk menata ulang ekonomi warganya.

Lewat penguatan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Efendi mulai menggerakkan roda usaha bersama—menghimpun petani, pelaku UMKM, hingga ibu-ibu rumah tangga agar kembali produktif.

Tak berhenti di situ, ia juga mendorong pembangunan industri pengolahan kelapa, komoditas lokal yang selama ini hanya dijual mentah, agar memiliki nilai tambah dan membuka lapangan kerja baru.

Bagi Efendi, pemulihan desa bukan sekadar membangun kembali rumah yang rusak, tetapi menghidupkan kembali harapan.

Dari koperasi hingga pabrik kecil kelapa, ia menanam keyakinan bahwa ekonomi desa bisa bangkit dari akar rumput—pelan tapi pasti, dengan gotong royong sebagai fondasinya.

“Untuk ke depan ini, kami melalui dana desa akan memanfaatkan Koperasi Desa Merah Putih. Rencananya, saya juga mau buat industri kecil,” ujar Efendi ketika ditemui di lokasi proyek hunian sementara (huntara), Langkahan, Aceh Utara, Selasa (17/2).

Terkait dengan Koperasi Desa Merah Putih, dia mengatakan, lokasi yang dipilih untuk pembangunan fisik koperasi terdampak oleh banjir.

Padahal, sepuluh hari sebelum banjir terjadi, Efendi sudah melakukan patok kontrol untuk menetapkan titik dan posisi Koperasi Desa Merah Putih.

“Sekarang, (walau) terdampak, kabarnya tetap masih lanjut,” ucapnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, niatnya untuk membangun industri kecil di Desa Krueng Lingka. Ia berencana untuk mengembangkan potensi kelapa, seperti mengolahnya menjadi minyak, briket, hingga kecap dari kelapa.

Apabila pembangunan industri kelapa tersebut sukses, Efendi berharap bisa mempekerjakan puluhan warga yang kehilangan mata pencaharian pasca-bencana banjir bandang.

“Kalau misalnya sukses, akan menampung puluhan warga,” ucapnya.

Dia menyampaikan bahwa kedua langkah tersebut merupakan strategi yang akan ia tempuh untuk membangkitkan ekonomi desa pasca-bencana banjir bandang yang melanda kawasan tersebut November 2025.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
  • Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia
    Preview komentar:
    Terima kasih atas liputan yang mendalam ini; sangat ...
  • Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo, dan BP Alami Penyesuaian
    Preview komentar:
    Bukannya Vivo & BP 92 udah 16.130 dari ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Megapolitan
Berlatih menari balet di Ga...
Daerah
Gunung Anak Krakatau Erupsi...
Daerah
Tradisi Grobyak Ikan Sumber...

Rupiah Masih Rentan - 24 Agustus 2026

5 jam yang lalu | Rizal Azhari

Ekonomi
Rupiah Masih Rentan - 24 Ag...
Ekonomi
IHSG Menghijau! Awal Perdag...

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

5 jam yang lalu | Marcellus Widiarto

Ekonomi
Kabar Baik! Rupiah Menguat ...

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

5 jam yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Jumlah rumah rusak akibat g...
Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.