Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BPOM Pasang Standar Tinggi, Pangan KDKMP Wajib Aman dan Bermutu

📅 Selasa, 21 Jul 2026, 23:59 WIB | Oleh: Tim Redaksi
BPOM Pasang Standar Tinggi, Pangan KDKMP Wajib Aman dan Bermutu Doc: Antara.
Ket. Ilustrasi - Pemeriksaan di laboratorium BPOM.

JAKARTA – Kesiapan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mendukung program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menjadi langkah penting untuk memastikan produk yang dipasarkan memenuhi standar keamanan, mutu, dan daya saing.

Peran BPOM tidak hanya sebatas pengawasan, tetapi juga pembinaan pelaku usaha agar mampu menghasilkan produk yang layak edar dan memiliki nilai tambah.

Dengan begitu, KDKMP berpotensi berkembang menjadi pusat penguatan ekonomi desa yang tidak hanya meningkatkan akses pasar bagi UMKM, tetapi juga mendorong kepercayaan konsumen terhadap produk lokal.

Kepala BPOM, Taruna Ikrar menegaskan bahwa komitmen lembaga yang dipimpinnya berakar kuat pada tugas pokok dan fungsi otoritas yang dimiliki, yang mencakup pengawasan pada 3 sektor utama di koperasi, yaitu gudang pendingin, gerai pangan olahan, dan apotek desa.

"Oleh karena itu, sebagai wujud tanggung jawab dan komitmen kami untuk memberikan dukungan secara maksimal bagi masyarakat, kami mengusulkan agar keterlibatan BPOM ini dilibatkan dan diakomodasi secara resmi dalam Peraturan Presiden yang akan segera disusun," ungkapnya dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Tingkat Menteri Bidang Pangan di Jakarta, Senin (20/7).

Salah satu fokus utama BPOM dalam mendukung KDKMP adalah memastikan seluruh produk pangan olahan yang beredar di desa memenuhi standar keamanan tertinggi. Berdasarkan Peraturan BPOM Nomor 21 Tahun 2021 tentang Penerapan Sistem Jaminan Keamanan dan Mutu Pangan Olahan di Sarana Peredaran, gerai KDKMP yang menjual pangan olahan diwajibkan menerapkan Pedoman Cara Peredaran Pangan Olahan yang Baik (CPerPOB).

BPOM akan memberikan pembinaan dan pendampingan intensif agar koperasi di tingkat desa melalui proses sertifikasi Sistem Manajemen Keamanan Pangan Olahan (SMKPO). Upaya ini dinilai sangat krusial, terutama dalam pengelolaan cold storage atau gudang pendingin yang digunakan untuk menyimpan komoditas sensitif, seperti daging dan tahu.

BPOM ujar Taruna Ikrar akan mengawasi secara ketat seluruh titik kritis peredaran pangan, mulai dari legalitas produk, masa kedaluwarsa, kondisi fisik, hingga konsistensi rantai dingin (cold chain) pada sistem penyimpanan serta pendistribusiannya.

Selain sektor pangan, BPOM juga membidik penguatan akses kesehatan masyarakat melalui pengembangan apotek desa di bawah naungan KDKMP. Untuk menjamin ketersediaan obat yang berkelanjutan di wilayah pedesaan, BPOM mendukung dan menjaga ketersediaan dan keberlanjutan pasokan obat untuk mendukung operasional apotek desa melalui percepatan evaluasi registrasi obat.

Hal lainnya yang ialah mendunung penguatan pemanfaatan sistem registrasi elektronik, serta forum komunikasi registrasi obat dengan industri farmasi sehingga dapat mendukung masyarakat, termasuk di wilayah desa, memperoleh akses terhadap obat yang aman, berkhasiat, bermutu, dan terjangkau.

"Langkah-langkah strategis ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat di wilayah desa dalam memperoleh obat-obatan yang tidak hanya terjangkau, tetapi juga aman, berkhasiat, dan bermutu tinggi,"ucap Tarunan Ikrak

Adapun Rakortas ini digelar sebagai tindak lanjut dari rapat terbatas mengenai program KDKMP, yang diproyeksikan menjadi infrastruktur utama pemerintah sekaligus offtaker atau pihak pembeli siaga yang menjamin penyerapan hasil produksi komoditas desa. Langkah besar ini berjalan selaras dengan amanat Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Pangkas rantai distribusi

Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan yang memimpin Rakortas tersebut menekankan bahwa KDKMP bukan sekadar koperasi, tetapi menjadi simpul layanan pemerintah di desa yang akan memangkas rantai distribusi, memperluas akses masyarakat terhadap layanan dasar. "KDKMP sekaligus menyerap hasil produksi petani dan pelaku usaha desa dengan harga yang lebih baik," tegasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Inggris Luncurkan Storm Fig...
Daerah
Menekan Kasus HIV/AIDS deng...
Menpar: Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Gastronomi Dunia

Menpar: Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Gastronomi Dunia

21 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.