Filipina Desak Tiongkok Redam Retorika
📅 Kamis, 12 Feb 2026, 02:05 WIB | Oleh: Tim PenulisBeijing pada 10 Februari membalas langkah itu dengan Kedutaan Besar Tiongkok di Manila mengumumkan bahwa 16 pejabat Kota Kalayaan yang berada di balik resolusi tersebut, kini akan dilarang memasuki Tiongkok, termasuk Hong Kong dan Makau.
“Berdasarkan prinsip timbal balik, individu-individu yang terlibat dalam pemalsuan resolusi tersebut tidak diperbolehkan masuk ke Tiongkok,” kata Kedutaan Besar Tiongkok di Manila dalam sebuah pernyataan.
Thitu yang terletak lebih dari 500 kilometer di sebelah barat Provinsi Palawan di dalam gugusan atol dan terumbu karang yang membentuk Kepulauan Spratly, yang diklaim oleh enam pihak, termasuk Tiongkok dan Filipina.
Filipina merebut Thitu dari Taiwan pada tahun 1971, setelah topan memaksa garnisun Taiwan mundur. Manila secara resmi mencaplok pulau itu pada tahun 1978 dan membukanya untuk warga sipil pada tahun 2002 dalam upaya untuk memperkuat klaim kedaulatannya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Saat ini diperkirakan ada sekitar 335 warga sipil Filipina tinggal di Thitu, bersama dengan personel militer yang ditempatkan di sana.
Tiongkok mengklaim hampir seluruh LTS dan menolak untuk mengakui putusan pengadilan arbitrase tahun 2016 yang menolak klaim garis sembilan titiknya atas jalur perairan yang disengketakan tersebut. ST/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!