Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Awas Bahaya Mengintai! Guru Besar UI Wanti-wanti Polusi Kemarau Bisa Memicu Kerusakan Paru-paru! Ini Cara Mencegahnya

📅 Jumat, 14 Agu 2026, 02:20 WIB | Oleh:
Awas Bahaya Mengintai! Guru Besar UI Wanti-wanti Polusi Kemarau Bisa Memicu Kerusakan Paru-paru! Ini Cara Mencegahnya Doc: ANTARA/Iggoy el Fitra
Ket. Arsip Foto - Warga memakai masker saat kabut asap menyelimuti Kota Padang, Sumatera Barat.

JAKARTA - Pakar kesehatan dari Universitas Indonesia, Prof. Dr. R. Budi Haryanto, S.K.M., M.Kes., M.Sc, memperingatkan potensi lonjakan penyakit pernapasan di tengah musim kemarau akibat meningkatnya tingkat polusi udara, Kamis (13/8). 

Guru besar di Departemen Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia itu menyampaikan bahwa debu dan polutan udara yang lain bisa menyebabkan iritasi saluran pernapasan kalau terhirup.

Ketika dihubungi ANTARA dari Jakarta pada Kamis, Prof. Budi mengatakan bahwa polusi udara juga meningkatkan peluang masuknya virus dan bakteri penyebab infeksi ke saluran pernapasan.

Menurut dia, paparan polusi udara bisa menyebabkan berbagai macam gangguan pernapasan, tidak hanya infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA.

"Gangguan saluran pernapasan karena itu mencakup semua, tidak hanya ISPA ya. Segala macam reaksi pada saat terpapar dalam jangka dekat, dalam waktu dekat," katanya.

Ia mengatakan bahwa gangguan saluran pernapasan gejalanya bisa berupa batuk, pilek, iritasi tenggorokan, dan hidung tersumbat.

"Kalau keluhannya itu lebih lebih parah misalnya akhirnya jadi susah bernapas, napasnya menjadi berat, kemudian sampai dadanya sakit, jantungnya berdebar-debar, dan hal-hal lain, atau cepat pusing. Itu ketika terekspos dalam jangka dekat tadi, maka itu yang dianggap lebih berbahaya," ia menjelaskan.

Individu yang mengalami gejala masalah pernapasan berat semacam itu, menurut dia, harus segera dibawa ke dokter agar bisa mendapatkan penanganan yang dibutuhkan.

Prof. Budi mengemukakan bahwa pencegahan gangguan pernapasan akibat paparan polusi udara pada musim kemarau mencakup upaya pelindungan individu dan penanganan lingkungan.

Menurut dia, upaya pelindungan individu yang bisa dilakukan dengan menggunakan masker dan memantau kualitas udara agar dapat menghindari paparan polusi udara.

Selain itu, ia menyarankan pelaksanaan upaya untuk mengurangi masuknya polutan ke dalam rumah serta penggunaan pendingin udara atau pembersih udara.

Langkah serupa bisa dijalankan di lingkungan kantor untuk meminimalkan masuknya polutan ke ruang kerja.

"Tentu daya tahan tubuh juga harus ditingkatkan dengan makanan-makanan bervitamin, berserat, dan supaya daya tahan tubuh baik," katanya.

Prof. Budi menyampaikan pentingnya upaya untuk menekan polusi udara dengan melarang kegiatan membakar sampah secara sembarangan, mencegah kebakaran hutan dan lahan, serta menindak tegas pelaku pembakaran lahan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
Advertisement
jjroyal-luwak
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Hasil Liga Champions: PSG Kokoh di Puncak Klasemen Usai Hancurkan Barcelona 4-2

Hasil Liga Champions: PSG Kokoh di Puncak Klasemen Usai Hancurkan Barcelona 4-2

21 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.