Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menkeu Purbaya Sebut Bea Keluar Pemicu Maraknya Penyelundupan Emas 2026

📅 Jumat, 14 Agu 2026, 02:20 WIB | Oleh:
Menkeu Purbaya Sebut Bea Keluar Pemicu Maraknya Penyelundupan Emas 2026 Doc: ANTARA/Azmi Samsul M
Ket. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan resmi terkait maraknya aksi penyelundupan kiloan emas melalui Bandara Soetta, Tangerang, Banten pada Kamis (12/8).

TANGERANG - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut lonjakan kasus penyelundupan emas ke luar negeri dipicu oleh adanya kebijakan bea keluar ekspor emas, Kamis (13/8). 

"Aktivitas meningkat karena saat ini dikenakan bea keluar untuk emas, sehingga pelaku yang malas membayar mencoba menyelundupkan untuk mengambil keuntungan," kata Purbaya saat hadir dalam pengungkapan penyelundupan 23,793 kilogram ekspor emas dengan nilai Rp63 miliar di Bandara Soetta, Tangerang, Banten pada Kamis.

Ia mengatakan, dengan adanya bea keluar untuk ekspor emas ini menjadikan para sindikat dan pelaku meningkatkan kegiatan penyelundupannya secara nekat dengan berbagai macam modus demi mendapatkan keuntungan.

"Sebelumnya hal ini tidak terlalu marak, namun sekarang marak karena ada insentif tambahan bagi mereka yang membawa keluar tanpa membayar," ujarnya.

Kendati demikian, kementeriannya melalui Direktorat Jendral Bea Cukai melakukan peningkatan pengawasan hingga investigasi terhadap pemain utama di balik maraknya penyelundupan emas dari dalam negeri.

"Ini diduga kuat memiliki hubungan dengan pihak PETI (penambangan emas tanpa izin). Kebijakan yang diterapkan terbukti cukup mengganggu pihak PETI terkait, sehingga terjadi peningkatan penyelundupan. Pengawasan di semua titik keluar Indonesia akan diperketat," kata dia.

Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, Brigjen Mohammad Irhamni menambahkan, bahwa atas penemuan kasus penyelundupan puluhan kilogram emas oleh Bea Cukai dinillai adanya pelanggaran pidana yang dilakukan pihak-pihak terkait.

"Selama ada kegiatan PETI, jaringan penyelundup akan terus melakukan modifikasi modus operandi agar emas dapat keluar dari wilayah Indonesia. PETI dipastikan memiliki kaitan erat dengan penyelundupan ini," tuturnya.

Dalam hal ini, ia memastikan bahwa Polri sebagai institusi penegakan hukum berkomitmen akan melakukan penyelidikan sebagai pengungkapan kasus penyelundupan emas, termasuk untuk mencari pihak yang langsung terlibat dalam sindikatnya.

"Kami juga akan mengawasi pintu-pintu keluar seperti bandara bekerja sama dengan Bea Cukai dan Kementerian ESDM," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin Targetkan Peningkatan Utilisasi Industri Kopi pada 2029
    Ulasan artikel ini menyajikan peta jalan yang sangat ...
  • Ekonomi Tiongkok Makin Ngebut! Ekspor-Impor Melonjak pada Agustus, Didukung Ledakan Industri AI
    Melihat lonjakan ekspor Tiongkok di sektor AI dan ...
  • Abu Vulkanik Masih Bisa Menembus Masker N95, Kecuali Diberi Tambahan
    Pantesan negara ga maju2, profesor UI lohhhh , ...
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...
Advertisement
Bantuan Presiden, 220 Tukang Becak Sumedang Mulai Dilatih Gunakan Becak Listrik

Bantuan Presiden, 220 Tukang Becak Sumedang Mulai Dilatih Gunakan Becak Listrik

09 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.