DPR RI Dorong Desa Wisata Berbasis Budaya Lokal
📅 Rabu, 11 Feb 2026, 12:58 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: Humas DPR RI
SURABAYA - Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini menyoroti, kampung-kampung tematik di Surabaya, Jawa Timur, memiliki potensi strategis. Menurut dia, kampung-kampung tersebut berpotensi dikembangkan menjadi desa wisata berbasis budaya dan ekonomi kreatif lokal.
Politikus PDIP ini mengungkapkan, kekuatan utama kampung tematik terletak pada aktivitas ekonomi warga yang tumbuh secara organik. Di Kampung Batik Okra misalnya, bukan hanya terdapat kegiatan membatik, tetapi juga UMKM kopi dan kuliner masyarakat setempat.
“Peluang ekonomi yang nyata dan berdampak langsung bagi warga. Ini bukan sekadar kampung cantik, tetapi ekosistem ekonomi rakyat,” kata Novita saat kunjungan kerja Komisi VII DPR RI ke Kampung Batik Okra, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (10/2).
Ia menegaskan, pengembangan desa wisata yang berangkat dari inisiatif masyarakat akan menciptakan manfaat jangka panjang. Sekaligus, berkontribusi pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Desa wisata tidak cukup dinilai dari estetika lingkungan. Tetapi, dari pengalaman autentik yang ditawarkan kepada wisatawan, seperti belajar membatik dan mengenal produk UMKM lokal," ucap Novita.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kemudian, ia menuturkan, daya tarik Kampung Batik Okra telah melampaui batas lokal. Pengunjung datang dari berbagai daerah, bahkan mancanegara.
“Mayoritas pengunjung justru dari kampus dan sekolah di Jakarta. Ada pula wisatawan asing yang datang khusus untuk membatik dan membeli produk lokal,” ujar Novita.
Sementara, Pendiri Kampung Batik Okra, Ridi Sulaksono, menegaskan bahwa kampung batik ini dibangun dengan fokus utama pelestarian budaya. Jadi, bukan semata orientasi keuntungan.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kami fokus pada pelestarian budaya batik di skala RW. Soal omzet bukan prioritas utama, meski ke depan bisa diarahkan ke penguatan industri,” ujar Ridi yang juga Ketua RW 1 Kampung Pancasila Kranggan, Bubutan, Surabaya. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!