Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lakukan Pencadangan Konservatif, Laba Taspen 2025 Turun

📅 Rabu, 08 Jul 2026, 16:30 WIB | Oleh:
Lakukan Pencadangan Konservatif, Laba Taspen 2025 Turun Doc: antara foto
Ket. Direktur Utama Taspen Rony Hanityo Aprianto Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Rabu (8/7).

JAKARTA - PT Taspen (Persero) menjelaskan penurunan laba tahun berjalan pada 2025 menjadi Rp1,04 triliun dipengaruhi pembentukan pencadangan penurunan nilai (impairment) terhadap portofolio investasi sebagai langkah konservatif perseroan.

Direktur Utama Taspen Rony Hanityo Aprianto mengatakan laba tahun berjalan Taspen pada 2025 turun dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,24 triliun, meski hasil investasi perseroan meningkat.

“Sebagai bentuk kehati-hatian dan konservatif kita dalam mengelola Taspen, ada satu pos yang mengurangi laba cukup tinggi yaitu pos impairment,” kata Rony dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Rabu (8/7).

Berdasarkan paparan perseroan, nilai impairment Taspen pada 2025 tercatat sebesar Rp1,82 triliun, meningkat secara signifikan dibandingkan Rp288 miliar pada 2024.

Rony menjelaskan impairment merupakan cadangan yang dibentuk terhadap portofolio investasi sebagai langkah antisipasi apabila terdapat risiko pada aset investasi tersebut. Ia mengatakan pencadangan tersebut antara lain dilakukan terhadap sejumlah obligasi BUMN karya yang saat ini masih menghadapi tantangan.

Ia mengatakan pencadangan tersebut dapat dibalik atau reverse apabila kondisi instrumen investasi membaik, dilakukan restrukturisasi, memperoleh perbaikan peringkat, atau jatuh tempo dan dibayarkan sesuai ketentuan.

“Kalau impairment ini nantinya obligasi tersebut jatuh tempo atau surat utang tersebut jatuh tempo, itu bisa kita reverse atau kita balikin,” ujarnya.

Menurut Rony, tanpa pembentukan impairment tersebut laba Taspen sebenarnya dapat mencapai sekitar Rp2 triliun. Namun, perseroan memilih melakukan pencadangan sebagai langkah konservatif dalam penyusunan laporan keuangan.

Dari sisi pendapatan, Taspen mencatat iuran dan premi sebesar Rp7,74 triliun pada 2025, turun dibandingkan Rp8,69 triliun pada 2024.

Namun, hasil investasi Taspen meningkat menjadi Rp9,87 triliun pada 2025 dari Rp9,01 triliun pada 2024 sehingga menjadi salah satu penopang utama kinerja perseroan.

Rony mengatakan hasil investasi membantu menjaga kinerja Taspen tetap positif di tengah beban klaim yang masih tinggi.

Pada 2025, beban klaim Taspen tercatat sebesar Rp14,90 triliun, sementara rasio klaim program Tabungan Hari Tua (THT) mencapai 264 persen, naik dari 256 persen pada 2024.

“Yang menolong bottom line Taspen tetap positif itu adalah hasil investasi,” ungkap Rony.

Dari sisi imbal hasil investasi atau yield on investment (YOI), Taspen mencatat peningkatan dari 7,66 persen pada 2024 menjadi 8,21 persen pada 2025.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...
  • Diserbu Produk China Murah! Industri Plastik RI Nyaris Tumbang dari Hulu ke Hilir
    Artikel ini memberikan pencerahan yang sangat berimbang dan ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Nasional
DKP Rejang Lebong Awasi Pen...
Advertisement
Kebakaran Kawah Ijen Merambat ke Air Terjun Kalipait Bondowoso, Tim Rescue Panjat Manual ke Titik Api

Kebakaran Kawah Ijen Merambat ke Air Terjun Kalipait Bondowoso, Tim Rescue Panjat Manual ke Titik Api

05 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.