PT KAI Terapkan Skema PSO untuk Jaga Tarif Kereta Ekonomi
📅 Jumat, 14 Agu 2026, 15:15 WIB | Oleh: Ilham SudrajatJAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menerapkan skema Public Service Obligation (PSO) untuk menjaga tarif kelas ekonomi. Kebijakan tarif pelayanan publik tersebut mengacu pada Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 165 Tahun 2024.
Penerapan skema tersebut berhasil mendukung total volume angkutan penumpang KAI Group mencapai 307.860.743 pelanggan. Angka capaian tersebut mencatatkan pertumbuhan sebesar 8,32 persen jika dibandingkan dengan periode tahun 2025 lalu.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan rincian skema tarif pelayanan publik tersebut di Jakarta. Perusahaan transportasi milik negara ini merilis laporan kinerja keterjangkauan layanan pada Kamis (13/8).
“Ketika masyarakat memiliki akses terhadap transportasi massal dengan tarif yang terjangkau, biaya perjalanan menjadi lebih mudah direncanakan. Transportasi publik memberi masyarakat pilihan untuk mengatur pengeluaran mobilitas sekaligus tetap terhubung dengan pusat pekerjaan, pendidikan, perdagangan dan berbagai aktivitas lainnya,” ujar Anne.
Layanan kereta api jarak jauh serta lokal mencatatkan total volume sebanyak 35.257.646 pelanggan sepanjang periode tersebut. KAI Group juga mengatur struktur tarif berbasis jarak untuk angkutan massal Commuter Line Jabodetabek.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pengguna jasa kereta komuter cukup membayar tarif senilai Rp3.000 untuk perjalanan 25 kilometer pertama. Para penumpang kemudian dikenakan biaya tarif tambahan sebesar Rp1.000 untuk setiap sepuluh kilometer berikutnya.
Pilihan keterjangkauan tarif perjalanan juga dihadirkan melalui angkutan perkotaan kereta ringan lintas raya terpadu. Tarif perjalanan layanan LRT Jabodebek tersebut ditetapkan mulai dari Rp5.000 sesuai jarak tempuh penumpang.
Pengguna jasa dikenakan tarif maksimal Rp20.000 pada jam sibuk hari kerja di kawasan tersebut. Tarif maksimal sebesar Rp10.000 berlaku saat jam longgar serta akhir pekan dan libur nasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
Anne menerangkan pentingnya penyediaan variasi tarif perjalanan demi menjangkau seluruh tingkatan kemampuan ekonomi masyarakat. Kebijakan reduksi harga tiket juga disiapkan perusahaan untuk kelompok pelanggan lansia yang memenuhi syarat.
“Pilihan tarif menjadi penting karena setiap pelanggan memiliki kebutuhan perjalanan dan kemampuan pengeluaran yang berbeda. Ada masyarakat yang menggunakan kereta setiap hari untuk bekerja, ada yang melakukan perjalanan antarkota, ada pula yang membutuhkan tarif reduksi. Semakin banyak pilihan yang tersedia, semakin besar ruang masyarakat mengatur biaya mobilitasnya,” kata Anne.
Sebanyak 1.267.255 pelanggan tercatat memanfaatkan tarif reduksi sepanjang kurun waktu Januari hingga Juli 2026. Pengguna tarif khusus mencapai 3.080.830 pelanggan atau berkontribusi sebesar sembilan persen dari volume angkutan.
Sebanyak 138.897 pelanggan memanfaatkan program promo serta diskon harga tiket lain pada periode tersebut. Nilai keseluruhan program diskon tarif kereta api tersebut tercatat mencapai angka sekitar Rp242,96 miliar. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!