Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kereta Masih Jadi Primadona, KAI Group Layani 442,1 Juta Penumpang Selama 2025

📅 Minggu, 08 Feb 2026, 17:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kereta Masih Jadi Primadona, KAI Group Layani 442,1 Juta Penumpang Selama 2025 Doc: ANTARA/ Harianto
Ket. Ilustrasi - Sejumlah calon penumpang kereta api menunggu keberangkatan di Stasiun Gambir, Jakarta pada 11 September 2025.

JAKARTA – Peningkatan jumlah penumpang kereta mencerminkan pergeseran preferensi masyarakat ke moda transportasi yang lebih efisien, terjangkau, dan relatif stabil dari sisi waktu tempuh.

Faktor perbaikan layanan, perluasan rute, serta tekanan biaya transportasi lain turut mendorong kereta menjadi pilihan utama, terutama untuk perjalanan jarak menengah.

Tren ini memberi sinyal positif bagi sektor transportasi publik, sekaligus membuka peluang penguatan konektivitas antarwilayah.

Namun di sisi lain, lonjakan penumpang juga menuntut kesiapan infrastruktur dan manajemen operasional agar kualitas layanan tetap terjaga dan tidak menimbulkan bottleneck baru.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Group mengangkut 442.111.779 penumpang sepanjang 2025, mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat serta peran transportasi kereta api dalam mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi nasional.

"Sepanjang 2025, total layanan angkutan perkotaan KAI Group melayani 442.111.779 pengguna, meningkat dibandingkan 406.024.854 pengguna pada 2024, atau bertambah sekitar 36.086.925 pengguna," kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangan di Jakarta, Minggu (8/2).

Menurut dia, tren tersebut sejalan dengan analisis Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 yang mencatat kawasan metropolitan di Indonesia masih didominasi penduduk usia produktif dengan intensitas perjalanan harian yang tinggi, terutama menuju pusat kegiatan ekonomi, pendidikan dan layanan publik.

Ia menuturkan sebagai layanan transportasi berbasis rel yang dikelola KAI Group, KA semakin menjadi bagian dari mobilitas harian masyarakat, mulai dari perjalanan kerja, pendidikan, aktivitas ekonomi, hingga konektivitas menuju bandara dan kawasan aglomerasi.

"Wilayah Jabodetabek, Bandung Raya, Yogyakarta, Surabaya, Medan, hingga Palembang tercatat sebagai kawasan dengan arus komuter terbesar, sehingga membutuhkan transportasi publik berkapasitas besar dan terjadwal," ujarnya.

Kontribusi terbesar angkutan perkotaan KAI Group sepanjang 2025 berasal dari layanan yang dikelola KAI Commuter.

Sepanjang tahun tersebut, KAI Commuter melayani 400.737.915 pengguna, meningkat dari 374.484.307 pengguna pada 2024.

Di wilayah Jabodetabek, Commuter Line Jabodetabek melayani 349.311.251 pengguna sepanjang 2025, mencerminkan tingginya mobilitas harian masyarakat Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.

Di Jawa Barat, Commuter Line Area II Bandung melayani 18.727.643 pengguna, menopang mobilitas masyarakat Bandung Raya dan sekitarnya.

Sementara itu, di Jawa Timur, Commuter Line Area VIII Surabaya mencatat 16.020.323 pengguna, seiring meningkatnya aktivitas ekonomi dan perjalanan harian di kawasan Surabaya dan kota penyangga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Bdekasi Ngos-ngosan Menggal...

Hindari Pelacakan, Transaksi Miras di Bantul Leat COD

22 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Hindari Pelacakan, Transaks...

Timnas Indonesia U-19 Tundukkan Vietnam

41 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Timnas Indonesia U-19 Tundu...
Daerah
Pasar Tani 2026 Hadirkan Pr...

Semarak Peringatan Hari Laut Sedunia

41 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Semarak Peringatan Hari Lau...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

07 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 8
# 8
Ratifikasi IEU-CEPA Dorong Daya Saing
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.