Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Setahun Setelah Penanaman, Tim ULM Cek Pertumbuhan Mangrove 5 Hektare di Pesisir Tanah Laut.

📅 Selasa, 02 Jun 2026, 06:40 WIB | Oleh:
Setahun Setelah Penanaman, Tim ULM Cek Pertumbuhan Mangrove 5 Hektare di Pesisir Tanah Laut. Doc: Antara Foto
Ket. Tim ULM saat mengukur tinggi tanaman dan kondisi batang tanaman mangrove di Desa Sabuhur, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.

Tim Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dari Unit Penunjang Akademik (UPA) Lingkungan Lahan Basah melaksanakan monitoring pertumbuhan tanaman mangrove di Desa Sabuhur, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, yang tahun 2025 lalu dilakukan penanaman seluas 5 hektare.

"Kegiatan ini untuk mengevaluasi kondisi dan tingkat keberhasilan tanaman mangrove yang telah ditanam pada Juni tahun lalu," kata Wakil Rektor ULM Bidang Kerjasama, Humas, dan Sistem Informasi Dr Yusuf Azis di Banjarmasin, Minggu.

Beberapa parameter yang diamati antara lain tinggi tanaman, kondisi batang, serta tingkat kelangsungan hidup (survival rate) tanaman mangrove.

Yusuf mengungkapkan berdasarkan hasil monitoring sebagian besar tanaman mangrove menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik.

Mangrove yang ditanam mampu berkembang dan beradaptasi dengan kondisi lingkungan pesisir yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut.

"Tingkat keberhasilan penanaman mangrove sekitar 80 hingga 90 persen tanaman masih hidup dan tumbuh dengan baik," ujarnya.

Persentase ini menunjukkan kegiatan penanaman mangrove yang dilakukan sebelumnya memberikan hasil yang positif dalam upaya rehabilitasi ekosistem pesisir.

Namun demikian, dari hasil pengamatan juga ditemukan beberapa tanaman mangrove yang mati atau mengalami patah batang.

Hal ini diduga disebabkan oleh faktor alam seperti angin kencang dan kondisi cuaca di kawasan pesisir yang dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman muda.

Yusuf menjelaskan kegiatan monitoring menjadi bagian penting dalam program konservasi dan rehabilitasi mangrove di Kabupaten Tanah Laut.

Selain untuk mengevaluasi keberhasilan penanaman, monitoring juga menjadi dasar perencanaan kegiatan lanjutan agar pengelolaan mangrove dapat dilakukan secara lebih efektif dan berkelanjutan.

Yusuf menegaskan komitmen ULM untuk terus menjaga pelestarian ekosistem mangrove yang memiliki peran penting dalam keseimbangan lingkungan pesisir, antara lain sebagai pelindung alami dari abrasi pantai, habitat berbagai jenis biota laut, serta penyerap karbon yang membantu mengurangi dampak perubahan iklim.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Tiongkok Luncurkan Satelit ...
Luar Negeri
Qatar Dorong Negara Teluk H...
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.