Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Anggota Komisi VI Ingatkan Antisipasi Dampak Kenaikan BBM Nonsubsidi

📅 Sabtu, 18 Apr 2026, 23:16 WIB | Oleh: Tim Penulis
Anggota Komisi VI Ingatkan Antisipasi Dampak Kenaikan BBM Nonsubsidi Doc: ANTARA
Ket. Anggota Komisi VI DPR RI, Firnando Ganinduto.

JAKARTA – Anggota Komisi VI DPR RI, Firnando Ganinduto, mengingatkan pemerintah untuk mengantisipasi dampak kenaikan bahan bakar minyak nonsubsidi, seperti peralihan konsumsi dari BBM nonsubsidi ke subsidi hingga kenaikan harga kebutuhan pokok.

Ia menyoroti dampak kenaikan BBM nonsubsidi, khususnya oleh kelompok kelas menengah. Kenaikan harga BBM nonsubsidi berpotensi meningkatkan beban pengeluaran rumah tangga serta menekan daya beli.

"Kondisi ini dapat memicu fenomena 'turun kelas energi', yaitu peralihan konsumsi dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi," kata Firnando dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (18/4).

Ia menjelaskan pergeseran tersebut harus diantisipasi dengan pengawasan yang lebih ketat agar subsidi tetap tepat sasaran.

Firnando menekankan BBM subsidi tidak boleh dinikmati kelompok masyarakat mampu sehingga diperlukan penguatan sistem pengawasan distribusi dan penyaluran di lapangan.

Selain itu, ia juga mendesak pemerintah untuk mengendalikan dampak tidak langsung melalui sektor logistik. Dengan mendorong adanya kontrol terhadap tarif logistik, termasuk melalui pemberian berbagai insentif, agar biaya distribusi tidak meningkat dan memicu kenaikan harga barang.

Upaya stabilisasi harga pangan juga menjadi perhatian utamanya sehingga Firnando meminta pemerintah untuk mengintensifkan langkah seperti operasi pasar dan intervensi distribusi guna menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok di tengah kenaikan harga energi.

Ia menambahkan Komisi VI DPR RI akan terus memantau implementasi kebijakan ini serta mendorong evaluasi berkala sebagai bagian dari fungsi pengawasan.

Hal ini penting untuk memastikan bahwa kebijakan energi tidak menimbulkan efek domino terhadap inflasi dan kesejahteraan masyarakat.

"Kami di Komisi VI DPR RI menegaskan bahwa tidak adanya kenaikan BBM subsidi harus menjadi faktor penahan agar harga bahan pokok tetap stabil," ujarnya.

Namun, pemerintah tetap harus waspada terhadap dampak kenaikan BBM nonsubsidi, khususnya terhadap kelas menengah.

"Pengawasan subsidi harus diperketat, distribusi dijaga, serta stabilisasi harga pangan dan kontrol tarif logistik harus menjadi prioritas," kata Firnando.

Pemerintah memastikan tidak ada kenaikan harga BBM subsidi per 18 April 2026. Kenaikan signifikan terjadi pada BBM nonsubsidi, seperti pertamax turbo yang naik dari Rp13.100 menjadi Rp19.400 per liter, dexlite dari Rp14.200 menjadi Rp23.600 per liter, serta pertamina dex dari Rp14.500 menjadi Rp23.900 per liter.

Sementara itu, harga BBM subsidi tetap, seperti pertalite Rp10.000 per liter dan solar Rp6.800 per liter. Selain itu, pertamax juga tidak mengalami perubahan dan harganya tetap Rp12.300 per liter.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Pameran Batik Jadi Pilihan ...
Advertisement
Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.