Target Dekat Menuju Skuad yang Sulit Dikalahkan
📅 Jumat, 06 Feb 2026, 00:00 WIB | Oleh: Redaktur Pelaksana
Doc: ANTARA/DHEMAS REVIYANTO
Fokus saya memastikan transisi menuju level kompetisi yang lebih tinggi bisa berjalan secara optimal. Proses ini tidak bisa instan, tapi harus dirancang dengan standar yang jelas dan konsisten.
Penunjukan John Herdman sebagai pelatih Tim Nasional Sepak Bola Indonesia pada tanggal 13 Januari 2026 menandai dimulainya sebuah fase baru yang sarat harapan dan tantangan. Pria kelahiran Consett, County Durham, Inggris,19 Juli 1975 itu datang bukan dengan aura mantan bintang lapangan, melainkan reputasi sebagai arsitek tim nasional yang dibangun melalui proses panjang, disiplin, dan kesabaran. Dia menandatangani kontrak dua tahun dengan opsi perpanjangan dua tahun. Ini sebuah kesepakatan yang menegaskan bahwa proyek tersebut diarahkan pada pembangunan berkelanjutan, bukan sekadar pencarian hasil instan.
John Herdman berbicara terbuka mengenai perjalanan kepelatihannya dari level akar rumput hingga Piala Dunia, latar belakang pribadinya sebagai pendidik, prestasi yang membentuk reputasinya, serta filosofi kepemimpinan yang kini dia bawa ke Indonesia. Dia juga mengulas pandangannya tentang pemain lokal, diaspora, dan naturalisasi. Ini menegaskan bahwa keberagaman adalah kekuatan yang harus dirawat, bukan diperdebatkan. Untuk mendalami pekerjaannya wartawan Koran Jakarta, Beni Mudesta, dalam beberapa kesempatan berhasil mewawancarai John Herdman. Berikut petikannya.
Apa makna penunjukan sebagai pelatih Timnas Indonesia bagi perjalanan karier Anda?
Bagi saya ini adalah kehormatan besar. Indonesia memiliki hubungan emosional yang sangat kuat dengan sepak bola. Ketika menerima tawaran, saya memahami bahwa ini bukan sekadar pekerjaan profesional, melainkan tanggung jawab moral. Saya datang dengan kesadaran bahwa membangun tim nasional membutuhkan waktu, kepercayaan, dan konsistensi. Kontrak memberi kerangka, tetapi visi dan nilai adalah fondasi yang sesungguhnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Anda menggantikan Patrick Kluivert setelah periode yang penuh tekanan. Bagaimana melihat konteks tersebut?
Setiap pelatih bekerja dalam situasi yang berbeda. Saya selalu menghormati mereka yang datang sebelumnya. Fokus saya bukan menilai masa lalu, melainkan memahami kondisi tim saat ini. Tekanan akan selalu ada di tim nasional, tetapi tekanan juga bisa menjadi energi positif jika diarahkan dengan benar dan dijalani bersama.
Latar belakang Anda unik karena tidak berasal dari karier pemain profesional.
Sebaiknya Anda baca juga:
Seperti banyak anak di Inggris, saya tumbuh dengan mimpi menjadi pemain sepak bola. Namun saya segera menyadari tidak cukup baik untuk mencapai level profesional. Pada titik itu saya memilih jalur lain agar tetap dekat dengan sepak bola. Kepelatihan menjadi panggilan hati dan cara saya menyalurkan kecintaan terhadap olahraga ini.
Perjalanan itu dimulai dari dunia akademik?
Saat masih menjadi mahasiswa dan dosen paruh waktu di Universitas Northumbria, saya mulai melatih. Saya bekerja dengan tim-tim muda dan akademi Sunderland. Dari sana saya belajar bahwa inti kepelatihan adalah pengajaran. Saya menikmati berbagi pengetahuan, berdiskusi, dan melihat pemain berkembang secara bertahap.
Karier Anda kemudian berkembang ke level internasional?
Tahun 2001 menjadi titik balik ketika saya pindah ke Selandia Baru. Saya melatih tim nasional wanita dan berhasil lolos ke Piala Dunia Wanita FIFA 2007 dan 2011, serta Olimpiade Beijing 2008. Pengalaman itu mengajarkan saya tentang manajemen tim nasional dan pentingnya menyatukan pemain dari latar belakang berbeda.
Kesuksesan itu membawa Anda ke Kanada?
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!