Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BMKG Deteksi 30 Titik Panas di Bengkulu, Warga Diminta Waspada Karhutla

📅 Senin, 13 Apr 2026, 16:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
BMKG Deteksi 30 Titik Panas di Bengkulu, Warga Diminta Waspada Karhutla Doc: Antara
Ket. Cuaca panas di Kota Bengkulu pada siang hari, Senin (13/4).

Kota Bengkulu - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat agar waspada karena pihaknya mendeteksi terdapat 30 titik panas di sejumlah wilayah di Provinsi Bengkulu.

Titik panas tersebut menandakan meningkatnya risiko kebakaran akibat cuaca ekstrem hingga terdapat ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang memungkinkan terjadi di Provinsi Bengkulu.

"Cuaca panas dan kering membuat serasah serta lahan gambut sangat mudah terbakar. Kami sangat mengimbau masyarakat, khususnya petani, untuk mutlak menghindari pembakaran saat pembukaan lahan," kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Fatmawati Soekarno Bengkulu Tri Widiarto di Kota Bengkulu, Senin (13/4).

Suhu yang sangat panas saat ini dan minimnya curah hujan sejak seminggu terakhir menjadi pemicu utama munculnya titik-titik panas tersebut, terutama di kawasan perkebunan kering dan area hutan produksi.

Ia menyebutkan, berdasarkan citra satelit lokasi titik panas terkonsentrasi di wilayah utara Bengkulu seperti Kabupaten Mukomuko dan Bengkulu Utara masing-masing 12 titik panas, sedangkan di Kabupaten Kaur, Lebong, dan Seluma masing-masing dua titik.

Kemunculan titik panas atau hotspot tersebut merupakan alarm dini bagi seluruh pihak, terutama pemilik lahan perkebunan sawit.

Oleh karena itu, dia mengingatkan agar masyarakat tidak membuka lahan secara konvensional (bakar), membakar sampah di ruang terbuka, atau membuang puntung rokok sembarangan di area vegetasi kering.

"Dengan melakukan pencegahan dapat mengurangi terjadinya kebakaran, sebab dampak kebakaran lahan dan hutan tidak hanya merusak ekosistem, tapi juga mengancam kesehatan masyarakat melalui kabut asap yang dihasilkan," ujar dia.

Dengan adanya titik panas, BMKG terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan instansi terkait untuk memantau pergerakan titik panas secara real-time guna mencegah potensi api meluas menjadi kebakaran besar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Kemnaker: Sinergi dengan Ka...

Jakarta Masih Menarik bagi Pemodal Dalam Maupun Luar Negeri

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Masih Menarik bagi ...

Piala Dunia Segera Hadir, ASN Jangan Telat ke Kantor

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Piala Dunia Segera Hadir, A...
Nasional
PT Jasamarga Hijaukan Trans...
Olahraga
John Herdman Minta Timnas I...
Olahraga
Joshua Kimmich
Rona
Anak Rawan Terkena Diare da...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Jadwal Lengkap Konser Musik di Jakarta Fair Kemayoran PRJ 2026

Jadwal Lengkap Konser Musik di Jakarta Fair Kemayoran PRJ 2026

09 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.