Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Komisi VIII DPR Setujui Anggaran Rp4,5 Triliun untuk Pesantren pada 2027

📅 Kamis, 25 Jun 2026, 01:55 WIB | Oleh:
Komisi VIII DPR Setujui Anggaran Rp4,5 Triliun untuk Pesantren pada 2027 Doc: ANTARA/Rahmat Fajri
Ket. Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ansyori Siregar memberikan keterangan kepada awak media setelah rapat terkait pendidikan pesantren dengan Kemenag se-Aceh di Banda Aceh, Rabu (24/6).

BANDA ACEH - Komisi VIII DPR RI menyetujui pengalokasian anggaran sebesar Rp4,5 triliun pada tahun 2027 mendatang untuk pendanaan pembangunan hingga pemberdayaan pondok pesantren di seluruh Indonesia melalui Kementerian Agama (Kemenag), Rabu (24/6).

"Nanti ada Direktorat Baru (di Kemenag) yaitu Direktur Pondok Pesantren (Pontren) yang sudah kita anggarkan sekitar Rp4,5 triliun untuk 2027," kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ansory Siregar di Banda Aceh, Rabu.

Dia mengatakan hal itu setelah rapat kerja spesifik Komisi VIII DPR RI terkait dengan tenaga kependidikan bersama Kanwil Kemenag Aceh dan kabupaten/kota se-Aceh di Aula Serbaguna Kantor Gubernur Aceh di Banda Aceh.

Penganggaran ini, kata dia, untuk menangani pesantren-pesantren di seluruh Indonesia, terutama daerah yang memiliki banyak tempat pendidikan Islam tersebut, seperti Aceh dan Jawa Timur.

Dirinya menjelaskan sejauh ini dari sekitar 1.900 pesantren di Aceh, hanya 87 pesantren mendapatkan biaya operasional dengan jumlah berkisar Rp7 juta hingga Rp10 juta per tahun.

Dengan adanya Dirjen Pontren tersebut, diharapkan semua pesantren mendapatkan biaya operasional, bahkan lebih besar dari yang sudah-sudah.

"Karena pesantren dan madrasah ini adalah pendidikan pertama di Indonesia dari zaman kolonial. Jadi, kita harus membantu dan mendorong pemerintah jangan main-main untuk membantu pesantren," kata Ansory.

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pesantren Kemenag Basnang Said menyampaikan anggaran yang telah dialokasikan tersebut nantinya untuk membantu kebutuhan operasional pendidikan di pesantren.

"Tentu nanti alokasinya untuk kepentingan BOP (Bantuan Operasional Pendidikan) pesantren pesantren, madrasah serta untuk kesejahteraan para guru-guru," ujarnya.

Selain operasional, kata dia, anggaran tersebut nantinya bukan hanya untuk bantuan operasional pendidikan, melainkan diperuntukkan juga untuk pengembangan Ma'had Aly (kampus di pesantren), serta pembuatan sanitasi, hingga asrama pesantren.

"Kita coba mengikhtiarkan anggaran merenovasi asrama pesantren, mendirikan Ma'had Aly yang sebenarnya setara dengan perguruan tinggi IAIN atau UIN. Tapi belum ada bantuan pembangunannya. Maka, atas anggaran Rp4,5 triliun 2027. Insyaallah 95 Ma'had Aly bisa dibangun termasuk enam di Aceh," demikian Basnang Said.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.