Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Simposium PBB: Jepang Tegaskan Isu Penculikan oleh Korea Utara Jadi Tantangan Global

📅 Kamis, 25 Jun 2026, 02:05 WIB | Oleh:
Simposium PBB: Jepang Tegaskan Isu Penculikan oleh Korea Utara Jadi Tantangan Global Doc: ANTARA/Katriana
Ket. Tangkapan layar - Sekretaris Kabinet Utama sekaligus Menteri Urusan Isu Penculikan, Kihara Minoru berbicara dalam Simposium Daring PBB terkait Isu Penculikan, yang dipantau dari Jakarta, Rabu (24/6).

JAKARTA - Kepala Sekretaris Kabinet sekaligus Menteri yang Bertanggung Jawab atas Isu Penculikan Jepang, Kihara Minoru, menegaskan bahwa kasus penculikan warga negara Jepang dan sepuluh negara lainnya oleh Korea Utara merupakan tantangan nyata bagi masyarakat internasional, Rabu (24/6).

"Saya ingin menegaskan kembali bahwa masalah penculikan ini bukan hanya masalah bagi Jepang, tetapi juga tantangan bersama bagi komunitas internasional," kata Kihara Minoru dalam Simposium Daring PBB terkait Isu Penculikan, yang dipantau dari Jakarta, Rabu (24/6).

Dalam simposium PBB yang diselenggarakan bersama-sama oleh Jepang, Amerika Serikat, Australia, Korea Selatan dan Uni Eropa itu, Kihara mengatakan isu penculikan oleh Korea Utara itu tetap menjadi isu yang terus berlanjut karena para korban terus dirampas kebebasannya dan tidak dapat kembali ke rumah mereka hingga hari ini.

Dari 17 warga negara Jepang yang diidentifikasi oleh Pemerintah Jepang sebagai korban penculikan oleh Korut, hanya lima yang telah kembali ke Jepang. Selain itu, masih banyak orang hilang lainnya yang kemungkinan penculikannya tidak dapat dikesampingkan, katanya.

"Karena baik para korban maupun anggota keluarga mereka semakin lanjut usia, tidak ada waktu untuk disia-siakan dalam menyelesaikan masalah penculikan ini," katanya.

Di antara para korban dari Jepang, terdapat anak-anak muda yang diculik saat belajar di luar negeri. Salah satu di antaranya adalah Matsuki Kaoru, yang saat itu tinggal di Spanyol.

Matsuki berasal dari Kumamoto, dan Pemerintah Jepang telah bekerja sama dengan keluarganya untuk memulangkannya ke Jepang sejak sebelum Kihara menjadi anggota parlemen.

Selain itu, Kihara juga menunjukkan laporan Komisi Penyelidikan PBB tentang Hak Asasi Manusia di Korea Utara yang menyebutkan bahwa selain dari Jepang, korban penculikan juga berasal dari 10 negara lainnya.

Mengingat tantangan bersama yang dihadapi masyarakat internasional, Kihara menekankan semakin pentingnya kerja sama antarnegara untuk mengatasi tantangan tersebut.

"Isu penculikan adalah salah satu isu yang harus ditangani oleh komunitas internasional secara bersama-sama," katanya.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi juga telah mengangkat isu penculikan itu dalam pertemuannya dengan para pemimpin masing-masing negara yang memimpin simposium hari ini, serta pada KTT kelompok G7 yang diadakan pekan lalu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Lulusan Banyak, Tapi Tak Sesuai Kebutuhan Industri? Menaker Ungkap Solusinya
    Artikel yang sangat edukatif dalam membedah akar permasalahan ...
  • Kemenperin Perkuat Industri Otomotif Nasional lewat Peningkatan TKDN dan SNI
    Saya sangat sependapat dengan pandangan komprehensif Bapak Saleh ...
  • Pelumasan Sintetis Dorong Produktivitas dan Daya Saing Industri Plastik
    Informasi spesifik mengenai penghematan konsumsi energi hingga 10 ...
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Megapolitan
Pemkot Bogor Dorong Peran P...
Megapolitan
Pemkot Bogor Segera Tata PK...

Wisatawan Taiwan Coba Ditarik ke Indonesia

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Luar Negeri
Wisatawan Taiwan Coba Ditar...
Daerah
Ekonomi Papua Sangat Bergan...
Megapolitan
Pemprov Banten Beri Bantuan...
Advertisement
BMKG: Sebanyak 25 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah Berstatus Awas Kekeringan

BMKG: Sebanyak 25 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah Berstatus Awas Kekeringan

03 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.