Infantino Tegaskan Jeda Minum di Piala Dunia Murni Alasan Olahraga, Bukan Kepentingan Komersial
📅 Kamis, 25 Jun 2026, 00:15 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraZURICH – Presiden FIFA Gianni Infantino membela penerapan jeda minum (hydration break) di Piala Dunia 2026. Ia menegaskan aturan tersebut dibuat semata-mata demi kepentingan olahraga, bukan untuk membuka peluang tambahan bagi pemasukan komersial. FIFA memberlakukan jeda wajib selama tiga menit pada menit ke-22 dan menit ke-67 dalam setiap pertandingan Piala Dunia 2026. Kebijakan itu diterapkan untuk membantu pemain menghadapi suhu tinggi yang terjadi di sejumlah wilayah Amerika Utara.
Namun, aturan tersebut langsung menuai perdebatan sejak pertandingan pertama. Sejumlah pemain, pelatih, hingga suporter mempertanyakan dampaknya terhadap ritme pertandingan.
Salah satu alasan munculnya kritik adalah jeda tersebut menciptakan ruang tambahan bagi stasiun televisi untuk menayangkan iklan. Beberapa penonton mengeluhkan pertandingan terganggu karena harus menyaksikan tayangan komersial selama penghentian permainan.
Infantino menolak anggapan bahwa FIFA mengambil keuntungan finansial dari aturan baru tersebut.
"Tidak ada pendapatan tambahan untuk FIFA karena semua kesepakatan komersial sudah ditandatangani jauh sebelumnya. Jadi, ini bukan masalah finansial bagi kami. Bagi FIFA, ini murni persoalan olahraga," kata Infantino dalam pernyataannya, Rabu (24/6.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain masalah iklan, kritik terbesar datang dari sisi teknis pertandingan. Jeda tiga menit memberi kesempatan staf pelatih memberikan instruksi taktik tambahan ketika laga sedang berjalan.
Sejumlah pelatih menilai hal itu dapat mengubah karakter alami sepak bola yang selama ini berjalan tanpa penghentian panjang selain jeda babak.
Pelatih Inggris, Thomas Tuchel, mengatakan jeda tambahan tersebut "mengganggu dan mengubah identitas pertandingan sepak bola".
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, pelatih Uruguay Marcelo Bielsa berpendapat membagi pertandingan menjadi beberapa segmen kecil dapat menghilangkan karakter utama olahraga tersebut.
Menurut Bielsa, sepak bola memiliki keunikan karena pertandingan berlangsung terus-menerus dengan sedikit interupsi.
Namun, tidak semua pihak menolak aturan tersebut. Pelatih Spanyol Luis de la Fuente dan kapten Belanda Virgil van Dijk mendukung tujuan utama kebijakan tersebut, terutama untuk kondisi panas ekstrem.
Meski demikian, keduanya mempertanyakan apakah jeda tetap diperlukan ketika pertandingan berlangsung dalam suhu yang lebih sejuk atau stadion menggunakan atap tertutup.
Infantino menjelaskan keputusan FIFA tidak hanya berkaitan dengan suhu, tetapi juga menjaga kondisi yang sama bagi seluruh peserta.
"Alasan utama memang panas, tetapi kita juga harus memahami bahwa Piala Dunia berlangsung selama 39 hari. Tim bisa memainkan hingga delapan pertandingan dalam periode tersebut, sehingga memiliki waktu untuk beristirahat sangat penting," ujar Infantino.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!