Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Setelah Layar Lebar, Novel 'Perahu Kertas' akan Dipentaskan di Panggung Teater Musikal

📅 Kamis, 22 Jan 2026, 11:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
Setelah Layar Lebar, Novel 'Perahu Kertas' akan Dipentaskan di Panggung Teater Musikal Doc: ANTARA
Ket. Aktor pemeran Keenan, Dewara Zaqqi, dan aktris pemeran Kugy, Alya Syahrani, seusai konferensi pers menjelang pementasan "Musikal Perahu Kertas" di Jakarta, Rabu (21/1/2026).

JAKARTA - Novel "Perahu Kertas" karya Dee Lestari akan dipentaskan di panggung teater musikal di Ciputra Artpreneur Jakarta akhir Januari hingga Februari mendatang. Kisah romansa ini pernah diangkat ke layar lebar pada tahun 2012.   

Pementasan "Musikal Perahu Kertas" di Ciputra Artpreneur Jakarta akan memperlihatkan kualitas menyaingi standar panggung teater bergengsi di kancah global seperti di Broadway (New York) dan West End (London) kepada penonton.

Produser Chriskevin Adefrid mengatakan salah satunya lewat penerapan teknologi set dinamis berputar dalam pementasan yang mana itu sistem panggung yang kompleks tapi umum digunakan dalam pementasan teater di Jakarta.

"Itu (set berputar) sudah banyak di antara kita sudah eksplorasi karena teater kita sanggup bersanding dan bersaing dengan semua teater di luar negeri," kata Chriskevin di Jakarta, Rabu.

Kemampuan bersaing itu, menurut Chriskevin, muncul karena seniman teater Indonesia memiliki visi artistik yang matang.

Produser menegaskan, ia tidak akan berani sesumbar duluan jika di dalam negeri pelaku seni teater hanya modal anggaran besar tanpa menawarkan visi kreatif dan prinsip seni yang kuat.

Ketersediaan anggaran besar bisa saja membuat set seperti itu, tapi menurut dia, itu tidak akan mampu menciptakan pengalaman menonton yang bermakna di depan penonton.

"Karena enggak cuma kita punya budget, kita bisa bikinnya dar-dar-dar, kalau tanpa visi yang bagus, tanpa satu prinsip yang mau dibangun itu enggak ada artinya," kata Chriskevin.

Sutradara dan koreografer Venytha Yoshiantini juga telah mengungkap visinya pada pementasan "Musikal Perahu Kertas" yaitu menghadirkan elemen boneka atau puppets untuk mengejawantahkan nuansa imajinatif dalam novel Perahu Kertas ke tampilan panggung.

Sedangkan teknologi panggung berputar sengaja dipilih sebagai elemen artistik yang melambangkan dinamika perjalanan hidup manusia.

Sutradara menggunakan pergerakan mesin panggung itu untuk memberikan kedalaman makna pada setiap babak cerita yang ditampilkan kepada audiens.

"Di mana metaforanya tadi Venytha sempat ngobrol, setiap pilihan yang dilakukan setiap karakter ini, setnya akan berputar gitu... Jadi kita tidak bikin sekadar transisi scene dengan berputar, tapi itu ada makna khusus," kata Chriskevin.

Seluruh pergerakan di panggung teater Ciputra Artpreneur itu diharapkan berjalan mulus selama dua setengah jam pertunjukan tanpa ada kesalahan teknis.

Masyarakat dapat menyaksikan keajaiban teknologi panggung ini mulai 30 Januari hingga 15 Februari 2026.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Luar Negeri
Media Luar Negeri Ramai Ber...
Ekonomi
Untuk Apa Negara Kucurkan D...

Dua Kampung Iklim Dijagokan Terima Penghargaan

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Dua Kampung Iklim Dijagokan...

Kantor Summarecon Terus Diubek-ubek KPK

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kantor Summarecon Terus Diu...
Advertisement
Kapal Induk Garibaldi Berganti Nama Jadi KRI Sriwijaya, Sebelumnya KRI Gajah Mada

Kapal Induk Garibaldi Berganti Nama Jadi KRI Sriwijaya, Sebelumnya KRI Gajah Mada

18 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.