Mengandung Zat dalam Pelarut Industri, India Selidiki Penggunaan Sirup Obat Batuk dengan Kematian Sembilan Anak
📅 Minggu, 05 Okt 2025, 17:15 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
NEW DELHI - Pihak berwenang India baru-baru ini mengatakan mereka sedang menyelidiki apakah sirup obat batuk yang terkontaminasi menyebabkan kematian sembilan anak, semuanya berusia di bawah lima tahun, di negara bagian Madhya Pradesh dan Rajasthan sejak akhir Agustus.Dilansir Al Jazeera, investigasi tersebut diperintahkan oleh Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga federal pada hari Sabtu setelah sejumlah obat ditemukan mengandung bahan kimia beracun dalam tingkat berbahaya .Kementerian mengatakan sampel sirup obat batuk Coldrif, yang diproduksi oleh Sresan Pharma di negara bagian selatan Tamil Nadu, diuji oleh otoritas negara bagian dan ditemukan mengandung dietilen glikol (DEG) yang melebihi batas yang diizinkan.DEG adalah zat beracun yang digunakan dalam pelarut industri yang dapat berakibat fatal jika tertelan bahkan dalam jumlah kecil.“Sampel-sampel tersebut ditemukan mengandung DEG melebihi batas yang diizinkan,” kata Kementerian Kesehatan dalam sebuah pernyataan.Mohan Yadav, kepala menteri Madhya Pradesh, tempat sebagian besar kematian dilaporkan, mengatakan penjualan sirup tersebut telah dilarang di seluruh negara bagian tengah tersebut.“Penjualan produk lain dari perusahaan pembuat sirup tersebut juga dilarang,” ujarnya.Pihak berwenang di negara bagian Tamil Nadu dan Kerala juga melarang produk tersebut, kata laporan media lokal, setelah regulator obat Tamil Nadu mengonfirmasi kontaminasi DEG dalam sampel yang diambil langsung dari lokasi produksi Sresan Pharma di Kanchipuram.Namun, Badan Pengawas Obat dan Makanan Madhya Pradesh (MPFDA) mengatakan tiga dari 13 sampel yang dianalisis ditemukan bebas dari kontaminasi, menurut pernyataan Kementerian Kesehatan.Pihak berwenang telah meluncurkan inspeksi terhadap 19 produsen obat di enam negara bagian untuk mengidentifikasi kelalaian pengendalian mutu dan merekomendasikan perbaikan guna mencegah insiden di masa mendatang, kata kementerian.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!